Guncangan gempa susulan magnitudo 5,1 memicu tanah longsor di Kampung Ko'a, Pulau Palue, Kabupaten Sikka. Tebing batu tebal ambrol menutup akses warga setempat secara mendadak.
"Longsor mendadak jatuh saat guncangan gempa terasa keras," kata seorang warga dalam unggahan video akun X@narasenyap di lokasi kejadian, Rabu, 19 Agustus 2026.
Bencana tektonik dangkal terus membayangi warga Kepulauan Flores. Aktivitas sesar naik Flores Back-Arc Thrust menjadi pemicu utama pergerakan tanah berbahaya.
Laporan resmi BMKG mengonfirmasi pusat gempa berada di laut. Titik kedalaman 10 kilometer itu berjarak 50 kilometer arah timur laut Nagekeo.
Guncangan terasa sangat kuat pada skala IV MMI. Warga Palue berlarian keluar rumah untuk menyelamatkan diri dari ancaman bahaya.
Baca Juga: Prabowo Belum ke NTT, Istana Ungkap Prioritaskan Penanganan Korban Bencana
"Gempa susulan ini tercatat tidak berpotensi memicu gelombang tsunami," kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Ancaman bencana longsor susulan masih membayangi wilayah lereng Pulau Palue. Material tanah gembur sangat rawan retak saat diguncang gempa berulang.
Rentetan gempa susulan Flores sudah terjadi ribuan kali. BMKG mencatat ribuan gempa pasca-kejadian gempa utama magnitudo 7,7 beberapa hari lalu.
Masyarakat imbau tetap waspada terhadap potensi longsoran tebing. Warga diminta menghindari area perbukitan terjal saat guncangan terjadi.
"Masyarakat harus tetap tenang," kata Wijayanto
Artikel Terkait
BMKG Catat 2119 Gempa Susulan Guncang Flores Pascagempa Magnitudo 7,7
Aksi BEM UI di Jakarta Desak Evaluasi PSN dan Program Makan Bergizi
Prabowo Belum ke NTT, Istana Ungkap Prioritaskan Penanganan Korban Bencana
Kabut Asap Tebal Selimuti Kalimantan Tengah, Warga Waspadai Bencana Karhutla 2015 Silam
Diduga Ada Pemalsuan SKPT di Balik Kasus Lahan Budel, Seret Nama Wabup Parigi Moutong H Abdul Sahid