Sulawesitoday - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) telah menegaskan komitmennya dalam pengembangan sektor pertanian durian dengan menyediakan lahan seluas 3.000 hektare guna memenuhi permintaan pasar ekspor, terutama pasar Tiongkok yang menunjukkan minat yang tinggi terhadap durian asal daerah tersebut.
Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPH) Sulteng, Nelson Metubun, dalam keterangannya mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memanfaatkan potensi durian sebagai komoditas unggulan.
"Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) meminta Pemprov Sulawesi Tengah menyediakan lahan 3.000 hektare untuk pengembangan durian. Artinya, Pemerintah Pusat memperhitungkan kualitas durian di daerah ini," ungkap Nelson, Minggu 25 Februari 2024.
Penyediaan lahan seluas itu diharapkan dapat meningkatkan produksi durian dari Sulteng, yang telah terkenal dengan kualitasnya.
Parigi Moutong, salah satu daerah sentra durian di Sulteng, khususnya memiliki varietas Montong yang sangat diminati pasar.
"Saat ini, pengembangan varietas Musangking juga terus dilakukan untuk memperluas ragam produk yang dapat ditawarkan," sebutnya.
Badan Karantina (Barantan) Indonesia juga telah menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi akses pasar ekspor durian asal Sulteng ke Tiongkok.
Hal ini menjadi peluang besar bagi petani durian di daerah tersebut untuk meningkatkan ekspor dan memperluas pasar internasional.
Dengan komitmen pemerintah daerah dan dukungan pemerintah pusat serta lembaga terkait, diharapkan sektor pertanian durian di Sulawesi Tengah dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian daerah serta negara secara keseluruhan.