Disdikbud Parigi Moutong tetap tuntaskan anak putus sekolah meski anggaran minim

waktu baca 2 menit
Kepala Bidang Manajemen Sekolah Dasar Disdikbud Parigi Moutong, Ibrahim. Foto: Aswadin.

Sulawesitoday – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong terus berkomitmen untuk menuntaskan masalah anak putus sekolah setiap tahunnya, meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Manajemen Sekolah Dasar Disdikbud Parigi Moutong, Ibrahim, dalam pernyataannya di Parigi pada Senin, 29 Januari 2024.

Menurut Ibrahim, meskipun target penuntasan anak putus sekolah disesuaikan dengan jumlah anggaran yang tersedia, prioritas utama tetap diberikan pada upaya tersebut.

“Target kami itu sebenarnya tidak terlalu signifikan. Pastinya, target disesuaikan dengan jumlah anggaran yang kita miliki,” ujarnya, menegaskan komitmen Disdikbud Parigi Moutong.

Ibrahim juga menyoroti kekurangan anggaran bukanlah hambatan utama dalam menyelesaikan permasalahan anak putus sekolah di Parigi Moutong.

“Soal anggaran minim tidak menjadi kendala, yang pasti setiap tahun itu ada tetap kita tuntaskan,” tandasnya dengan keyakinan.

Dalam menjalankan tugasnya, Disdikbud Parigi Moutong melakukan kroscek data untuk memastikan keakuratan informasi.

Menurutnya, data Badan Pusat Statistik (BPS) Parigi Moutong mencatat jumlah penduduk Kabupaten Parigi Moutong usia sekolah yang putus sekolah mencapai 17 ribu jiwa.

Namun, setelah dilakukan pengecekan di desa-desa, ditemukan kesenjangan dengan data BPS.

“Setelah Disdikbud turun ke Desa tahun 2023, ternyata jumlah anak putus sekolah bukan 17 ribu. Jadi data itu, ada yang sudah meninggal, ada sudah lansia, pindah domisili, bahkan ada yang tercatat belum masuk di usia sekolah,” sebut Ibrahim.

Topik terkait

Ia juga mengakui angka anak putus sekolah di Kabupaten Parigi Moutong melibatkan berbagai aspek, termasuk pendidikan formal dan non formal.

Disdikbud berusaha untuk menekan angka putus sekolah dengan berbagai upaya, termasuk dalam pendidikan kesetaraan.

Dengan demikian, meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran, Disdikbud Parigi Moutong tetap bersungguh-sungguh dalam upaya menuntaskan anak putus sekolah di wilayahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *