Di Majene nanti, mereka akan bertemu lawan se-antero Sulawesi. Hadiahnya? Ada jutaan rupiah. Tapi bagi Rifki dkk, gengsi daerah jauh di atas itu.
"Mohon doa masyarakat Parimo," kata Rifki.
Begitulah olahraga. Kalau sudah ditekuni dengan serius, ia bukan lagi sekadar permainan. Ia adalah harga diri.
Kita tunggu kabar dari Majene. Apakah bola bolong itu akan membawa piala ke Parimo?
Baca Juga: Sengketa Lapangan Tambaharjo, Saat Koperasi Menggusur Ruang Publik