Sulawesitoday - Olahraga baru ini aneh. Namanya: Pickleball. Raketnya seperti talenan kayu. Bolanya plastik, berlubang-lubang pula. Tapi jangan tanya serunya. Sekali mencoba, biasanya langsung ketagihan.
Kini, demam itu sudah sampai ke Parigi Moutong (Parimo). Bukan sekadar hobi. Mereka sudah sampai pada tahap "haus prestasi".
Minggu depan, rombongan dari Parimo akan menyerbu Sulawesi Barat. Tepatnya ke Kabupaten Majene. Ada perhelatan Pickleball Championship Unsulbar 2026.
Tidak tanggung-tanggung. Sebanyak 12 atlet dikirim.
"Kami tidak mau sekadar jadi penggembira," ujar Muhamad Rifki.
Rifki ini unik. Jabatannya mentereng: Wakil Ketua Umum IPF Parimo. Tapi dia tidak mau hanya duduk di balik meja. Dia ikut turun ke lapangan. Ikut berkeringat. Dia merangkap atlet.
Persiapannya sudah matang. Teknik oke. Fisik mantap. Mental? Apalagi.
Targetnya jelas: Juara.
Rifki tahu diri. Majene bukan dekat. Maka, strategi adaptasi pun disusun. Tanggal 27 Januari nanti, rombongan sudah harus berangkat. Mereka butuh waktu untuk "mencicipi" angin dan tekstur lapangan di Pelti Majene dan Manimajene.
Siapa saja mereka?
Ada anak muda di kelas 15+. Ada pasangan Beta-Fatur dan Arki-Nurhasan. Di kelas senior, 30+, ada duet Rifki-Nurhasan dan Arki-Andi.
Sektor putri juga tidak mau kalah. Ada Iin, Yuni, Fita, Cindy, Wulan, hingga Ola. Mereka akan bertarung di ganda putri maupun ganda campuran.
Mengapa Parimo begitu serius?
Mungkin karena pickleball adalah olahraga masa depan. Murah, tapi kompetitif. Bisa dimainkan siapa saja, tapi butuh refleks yang cepat.
Artikel Terkait
Viral di Medsos: Kabar Kembalinya STY ke PSSI Ternyata Hanya Candaan April Mop
Terungkap! Remaja 16 Tahun di Parigi Curi Motor dengan Modus Licik Pura-pura Minta Sumbangan
Skandal Tipu-tipu Naturalisasi Timnas Malaysia Bikin Malu ASEAN, FIFA Denda Rp73 Miliar dan Bekukan 7 Pemain Setahun Penuh
Indonesia Terancam Batal Jadi Tuan Rumah Olimpiade, IOC Jatuhkan Sanksi Keras Pasca Penolakan Visa Atlet Israel
Sengketa Lapangan Tambaharjo, Saat Koperasi Menggusur Ruang Publik