Sulawesitoday - Pembalap Gresini Ducati, Marc Marquez, menjelaskan bahwa seringnya ia terjatuh saat sesi kualifikasi bukanlah sesuatu yang ia anggap sebagai masalah besar. Bagi juara MotoGP enam kali ini, terjatuh di sesi tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran yang diperlukan untuk mengatasi tantangan dan meningkatkan performanya bersama motor Ducati GP23.
Dalam Q2, Marquez kehilangan kendali di Tikungan 3 dan mengalami kecelakaan dengan waktu kurang dari 10 menit tersisa. Meskipun ia bergegas kembali ke pit dan mengganti motor, hasil akhirnya tidak memuaskan. Ia berada di posisi ketujuh, tertinggal di belakang Marco Bezzecchi dari VR46 Ducati yang menggunakan motor GP23 dengan spesifikasi yang sama.
Ini adalah kali kedua berturut-turut Marquez gagal mendapatkan posisi kualifikasi yang baik, setelah kejadian serupa di Misano. Namun, ia menerima kenyataan bahwa kesalahan ini adalah bagian dari proses untuk memahami motornya lebih baik. "Hidup memang seperti ini: coba, buat kesalahan, lalu coba lagi. Saya akan terus mencoba dan berharap meningkatkan kemampuan saya ke depannya," kata Marquez.
Fokus Pada Pemahaman Ban dan Kecepatan di Balapan
Marquez menjelaskan bahwa ia merasa tidak nyaman dengan ban baru di motornya. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan ia lebih cepat dalam situasi balapan ketimbang dalam satu putaran. "Saya merasa tidak nyaman dengan cengkeraman luar biasa di bagian belakang yang tidak biasa saya gunakan sepanjang karier saya," ujar Marquez.
Masalah dengan ban baru ini mendorongnya untuk mencoba berbagai hal baru pada motornya, terutama pada aspek elektronik, dengan harapan dapat menemukan solusi. Namun, upaya tersebut sering kali berujung pada kecelakaan saat kualifikasi, membuatnya tertinggal dari pembalap lain yang lebih unggul di sesi time attack.
Terlepas dari kesulitan di kualifikasi, Marquez mampu memperbaiki penampilannya dalam balapan dan finis di posisi keempat. Meskipun gagal meraih podium, ia berhasil menahan tekanan dari Pedro Acosta dari Tech3 GasGas untuk mengamankan tempatnya.
Optimisme di Masa Depan dengan Ducati
Setelah bertahun-tahun bersama Honda, di mana Marquez menghadapi kesulitan karena motor yang tidak kompetitif, perpindahannya ke Ducati membuka peluang baru. Motor GP23 memberinya kesempatan untuk mencoba hal-hal baru karena ia yakin bahwa ada hasil yang lebih baik yang bisa dicapai.
Marquez menyatakan bahwa kepercayaan diri yang ia dapatkan dari kemampuan motor Ducati membuatnya lebih berani untuk mencoba pendekatan berbeda. "Ketika Anda tahu bisa memenangkan balapan atau bertarung di puncak, itu memberi Anda lebih banyak kepercayaan diri untuk mencoba berbagai hal," ujarnya.
Meskipun sering mengalami kecelakaan di kualifikasi, Marquez tetap optimis dan terus berusaha mengatasi kelemahannya. Ia yakin bahwa dengan terus mencoba, ia akan dapat menemukan solusi yang membuatnya lebih kompetitif di masa mendatang.
Artikel Terkait
Kontroversi di Podium MotoGP San Marino: Loris Capirossi Sindir Fans Valentino Rossi yang Mengejek Marc Marquez