Sulawesitoday - Banyak yang mungkin bertanya-tanya, apa sih yang membuat Fabio Quartararo masih tetap bertahan dengan Monster Energy Yamaha di saat tim tersebut terlihat kesulitan di MotoGP? Nah, ternyata jawabannya nggak sesederhana masalah gaji besar atau kontrak mewah. Quartararo punya alasan yang lebih dalam, dan ini terkait impian masa kecilnya.
Sejak kecil, Quartararo sudah punya kecintaan tersendiri pada ajang balap MotoGP. Dan yang lebih spesifik lagi, Yamaha adalah tim yang selalu ada di dalam angan-angannya. Kenapa? Jawabannya satu: Valentino Rossi. Siapa sih yang nggak kenal The Doctor, legenda hidup MotoGP yang mendominasi sirkuit bersama Yamaha? Quartararo, seperti banyak fans Rossi lainnya, tumbuh dengan kekaguman pada sosok tersebut dan tim yang membawanya ke puncak.
Bahkan, Quartararo sendiri mengaku bahwa salah satu alasan utama ia sangat menyukai Yamaha adalah karena Rossi.
"Yamaha adalah tim legendaris. Tim ini adalah impian saya sejak kecil, terutama karena Valentino Rossi,” ungkap Quartararo dalam sebuah podcast Legends.
Sebuah pengakuan yang cukup menggugah, karena bagaimanapun juga, tak banyak pembalap yang bisa bilang bahwa mereka pernah berada satu lintasan dengan idola masa kecil mereka.
Lebih dari itu, Quartararo juga adalah penerus langsung Rossi di Yamaha. Setelah bersinar bersama tim satelit Yamaha, Petronas SRT, Quartararo akhirnya menggantikan Rossi di tim pabrikan pada tahun 2021. Sebuah transisi yang cukup emosional bagi banyak penggemar MotoGP, mengingat Rossi langsung pensiun di akhir musim itu, sementara Quartararo melanjutkan perjuangannya dengan Yamaha.
Namun, yang menarik adalah tekad Quartararo untuk tetap bertahan di Yamaha meskipun tim ini sedang tidak berada di puncak performanya. Bukannya memilih pindah ke tim lain yang mungkin menawarkan peluang lebih besar, Quartararo tetap setia. Baginya, Yamaha bukan hanya sekadar tim, tapi juga simbol mimpi yang telah lama ia pegang teguh.
"Saya membuat keputusan untuk tetap di sini, itu adalah sebuah tantangan, tapi saya menyukainya dan saya merasa nyaman bersama Yamaha,” ujarnya dengan tegas.
Baca Juga: Marc Marquez Berpotensi Menang di MotoGP Emilia Romagna 2024: Kemenangan Besar di Depan Mata?
Bukan berarti Quartararo tak menyadari kesulitan yang sedang dihadapi Yamaha saat ini. Tim asal Jepang itu memang belum lagi tampil dominan seperti masa kejayaan Rossi, dan Quartararo jelas merasakan kerinduan untuk kembali bertarung di barisan terdepan.
"Saya tidak pernah bertarung dengan Martin, yang musim lalu terbukti menjadi salah satu yang terkuat. Jadi ya, saya rindu itu," ucapnya, mengingatkan kita bahwa bagaimanapun, ia adalah seorang juara dunia yang ingin kembali meraih kejayaan.
Tantangan yang dihadapi Quartararo di Yamaha memang besar. Saat ini, nama-nama seperti Marc Marquez, Pecco Bagnaia, Jorge Martin, dan Enea Bastianini menguasai persaingan di MotoGP. Tapi Quartararo tetap yakin pada pilihannya. Baginya, tantangan itu justru menjadi motivasi untuk kembali berkompetisi di level tertinggi.
"Entah itu Marc, Pecco, Martin, atau Bastianini, saya ingin bertarung di posisi teratas lagi. Tapi untuk itu kita harus menunggu," tambahnya.