olahraga

Drama MotoGP 2015, Jorge Lorenzo dan Polemik yang Membuatnya Dibenci Penggemar Rossi

Jumat, 20 September 2024 | 21:08 WIB
Kisah Jorge Lorenzo yang dibenci penggemar MotoGP usai rivalitasnya dengan Valentino Rossi di musim 2015. (Muhammad Aqil Azizi)

Sulawesitoday - Jorge Lorenzo, mantan juara dunia MotoGP, telah melalui banyak hal sepanjang karier balapnya. Salah satu momen paling kontroversial adalah ketika dia menjadi musuh publik, terutama bagi penggemar Valentino Rossi, selama musim MotoGP 2015. Mungkin banyak dari kita yang masih ingat betapa panasnya rivalitas antara Lorenzo dan Rossi kala itu. Keduanya berada di tim yang sama, Yamaha, tapi justru saling bersaing untuk memperebutkan gelar juara dunia.

Tahun itu, para penggemar MotoGP menyaksikan drama yang tidak hanya terjadi di lintasan balap, tetapi juga melibatkan spekulasi, tuduhan, dan emosi yang meluap-luap. Valentino Rossi, yang dikenal sebagai salah satu legenda MotoGP, menuduh Jorge Lorenzo mendapat bantuan dari Marc Marquez untuk memenangkan gelar juara dunia MotoGP 2015. Tuduhan itu membuat persaingan semakin memanas dan penggemar Rossi—yang dikenal sangat setia—langsung menaruh rasa tidak suka terhadap Lorenzo.

Salah satu momen kunci yang memicu kebencian besar terhadap Lorenzo terjadi di GP Malaysia. Pada saat itu, Rossi terlibat insiden dengan Marc Marquez, di mana The Doctor dituding menendang Marquez hingga terjatuh. Akibat insiden ini, Rossi dihukum memulai balapan terakhir di GP Valencia dari posisi paling belakang. Balapan ini adalah penentu juara dunia, di mana Rossi dan Lorenzo bersaing ketat untuk gelar tersebut. Sayangnya bagi Rossi, Lorenzo finis terdepan di GP Valencia, sementara Rossi hanya mampu finis di urutan keempat.

Baca Juga: Bakal Sulit? Aleix Espargaro Ungkap Tantangan Jorge Martin di Aprilia pada MotoGP 2025

Bagi penggemar Rossi, ini adalah momen yang sangat mengecewakan. Mereka percaya bahwa Lorenzo memenangkan gelar karena bantuan Marquez, dan sejak saat itu, kebencian terhadap Por Fuera—julukan Jorge Lorenzo—kian membesar. Bahkan Lorenzo sendiri merasa bahwa musim 2015 menjadi titik balik dalam kariernya, di mana ia mulai mendapat banyak komentar negatif dari publik. "Saya pikir alasan utama mendapat komentar buruk yang ditunjukkan kepada saya karena saya telah melawan Valentino, terutama setelah polemik GP Malaysia 2015," kata Lorenzo, dilansir dari The Race.

Menariknya, Lorenzo juga menyadari bahwa seiring berjalannya waktu, beberapa penggemar mungkin mulai memahaminya dengan lebih baik. Mungkin saat itu, emosi sedang memuncak, dan kini penggemar bisa melihat situasinya dengan lebih tenang. "Manusia melupakan perasaan negatif dan positif dengan sangat cepat, dan mungkin seiring berjalannya waktu penggemar mulai mengerti saya sedikit lebih baik atau mungkin saya sudah berubah sebagai pribadi," tambahnya.

Lorenzo juga mengungkapkan bahwa respons positif terhadap konferensi pers saat ia pensiun di Valencia menjadi momen di mana ia merasa lebih diterima oleh penggemar. "Saya pikir mungkin beberapa orang tersentuh oleh konferensi pers saya di Valencia tahun lalu juga (saat pensiun) dan respon yang sangat populer," ujarnya. Itu seperti sebuah akhir yang damai bagi Lorenzo, yang selama bertahun-tahun harus menghadapi kebencian hanya karena ia menjadi rival Valentino Rossi.

Tapi apakah kebencian itu adil? Dari satu sisi, Lorenzo hanya melakukan tugasnya sebagai pembalap—berjuang untuk menjadi yang terbaik di lintasan. Tidak ada yang salah dengan itu. Namun, rivalitas yang begitu sengit dengan Rossi, yang sudah sangat dicintai oleh penggemar MotoGP, membuat situasi jadi lebih rumit. Kadang, di dunia olahraga, emosi penggemar bisa menjadi sangat personal, terutama jika bintang favorit mereka merasa dikhianati.

Terlepas dari semua polemik itu, MotoGP 2015 tetap menjadi salah satu musim yang paling diingat dalam sejarah balap motor. Lorenzo berhasil meraih gelar juara dunia, meskipun harus menghadapi kebencian dari sebagian besar penggemar Rossi. Drama antara Lorenzo, Rossi, dan Marquez mengukir sejarah yang tak terlupakan, dan menunjukkan betapa kompleksnya dunia olahraga.

Bagi Jorge Lorenzo, kebencian dari penggemar Rossi mungkin sulit diterima pada awalnya. Namun, seiring waktu, ia tampaknya telah berdamai dengan situasi itu. Kini, Lorenzo mungkin sudah mulai menikmati perannya sebagai mantan juara dunia yang tetap dikenang, meskipun dengan sedikit kontroversi di sepanjang jalan.

Terkini