Sulawesitoday - Jorge Martin, pembalap Pramac MotoGP, harus rela kehilangan peluang kemenangan di Sprint Grand Prix Emilia Romagna setelah mengalami gangguan konsentrasi akibat pesan peringatan di dasbornya. Martin, yang memimpin kejuaraan, memulai balapan dengan gemilang dari posisi kedua dan langsung menyalip Francesco Bagnaia, rival utamanya dari Ducati.
Selama sebagian besar balapan, Martin berhasil mempertahankan posisinya di depan Bagnaia, dengan kedua pembalap hanya terpisah setengah detik. Namun, pada putaran ke-8 dari 13, kesalahan kecil di Tikungan 13 membuat Martin melebar, memungkinkan Bagnaia mengambil alih posisi terdepan dan meraih kemenangan penting.
Martin mengungkapkan bahwa kesalahan tersebut terjadi setelah ia melihat pesan peringatan mengenai pelanggaran batas lintasan di dasbor motornya. "Saya kehilangan sedikit konsentrasi setelah menerima pesan peringatan di tempat yang salah. Saya melewati garis lintasan sekitar dua meter dan itu cukup untuk membuat Pecco (Bagnaia) menyalip," kata Martin.
Baca Juga: Marc Marquez: Belajar dari Kesalahan di Sesi Kualifikasi untuk Meningkatkan Performa Ducati
MotoGP dan Masa Depan Pesan Radio
MotoGP berencana memperkenalkan pesan radio satu arah yang mirip dengan Formula 1 pada tahun 2025, di mana arahan balapan akan dikirimkan langsung kepada pembalap. Martin menekankan pentingnya mendiskusikan waktu penyampaian pesan ini agar tidak mengganggu pembalap ketika mereka sedang fokus, khususnya saat menikung.
"Saya tidak mencoba pesan radio, tetapi jika kami memiliki radio, mungkin akan lebih jelas kapan tim atau pimpinan balapan bisa berbicara kepada kami," ungkap Martin. Ia juga menambahkan bahwa pengaturan waktu pengiriman pesan perlu diatur dengan hati-hati untuk menghindari gangguan di momen kritis.
Optimisme untuk Balapan Utama
Meskipun kehilangan kemenangan di sprint, Martin tetap optimis menghadapi balapan penuh keesokan harinya. Ia menunjukkan kecepatan yang kuat meski berada di belakang Bagnaia pada tahap akhir sprint. "Ketika dia menyalip saya, saya pikir saya akan kehilangan banyak waktu, tetapi saya berhasil memperkecil jarak. Dengan beberapa putaran lagi, saya mungkin bisa menyerang kembali," ujarnya.
Martin merasa lebih percaya diri untuk balapan utama karena ia merasa nyaman dengan ban medium yang akan digunakan semua pembalap. Dalam sprint, Bagnaia menggunakan ban soft, yang membuatnya lebih kuat dari Martin, namun untuk balapan penuh, Martin yakin bisa memberikan perlawanan yang lebih baik.
"Saya akan fokus pada diri sendiri, menghindari gangguan dari dasbor atau papan pit, dan memberikan 100%," kata Martin, yang berharap bisa kembali memimpin klasemen kejuaraan.