Pelaku pengiriman sabu 1 Kg di Kota Palu mengaku dikendalikan R

waktu baca 2 menit
Pelaku pengiriman, yang diidentifikasi dengan inisial IA (26), mengaku bahwa barang haram tersebut dikendalikan oleh seseorang yang dikenal sebagai R, warga Nunu Palu. Foto: Polda Sulteng.

Sulawesitoday – Sebuah upaya pengiriman narkotika jenis sabu seberat 1 kilogram melalui jasa ekspedisi kembali digagalkan oleh Tim Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulteng di Kota Palu, Selasa 23 Januari 2023.

Dalam penggerebekan tersebut, tiga orang tersangka berhasil diamankan di rumah di Kelurahan Pengawu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu.

Kombes Pol. Djoko Wienartono, Kabidhumas Polda Sulteng, mengungkapkan paket yang disamarkan dengan mencampur pakaian dan sepatu tersebut berisi satu paket besar narkotika jenis sabu.

“Tiga pelaku diamankan tim Ditresnarkoba sesaat setelah menerima paket di rumah Kelurahan Pengawu,” ujarnya dalam keterangan resmi pada Kamis 25 Januari 2024.

Pelaku pengiriman, yang diidentifikasi dengan inisial IA (26), mengaku bahwa barang haram tersebut dikendalikan oleh seseorang yang dikenal sebagai R, warga Nunu Palu.

“Sabu 1 kilogram tersebut sesuai keterangan pelaku IA merupakan barang saudara R,” jelas Djoko.

Selain sabu seberat 1 kilogram, pihak kepolisian juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk tiga buah smartphone, satu unit sepeda motor, serta beberapa pakaian dan sepatu yang digunakan untuk menyamarkan barang terlarang tersebut.

“Hingga saat ini, kepolisian masih terus melakukan pengembangan terkait keberadaan pelaku R. Perkembangan lebih lanjut akan disampaikan dalam waktu yang akan datang,” ucapnya.

Kendati demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa upaya pemberantasan peredaran narkoba akan terus dilakukan secara intensif demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berperan aktif dalam memberikan informasi terkait peredaran narkoba di lingkungan sekitar,” sebut Djoko.

Topik terkait

Dengan demikian, pengungkapan kasus ini memberikan gambaran mengenai modus operandi serta jaringan peredaran narkotika di wilayah tersebut, sementara pihak berwenang terus berupaya melakukan pengembangan untuk membongkar seluruh jaringan terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *