Sulawesitoday - Arsenal kembali membuat pernyataan tegas di Premier League. Kemenangan 2-0 atas Manchester United pada 5 Desember 2024 menjadi langkah penting bagi "The Gunners" untuk terus menempel Liverpool di puncak klasemen. Pertandingan ini tidak hanya soal tiga poin, tetapi juga simbol dominasi Arsenal atas rival klasik mereka.
Gol-gol kemenangan dicetak oleh Jurrien Timber dan William Saliba, keduanya melalui skema sepak pojok. Ini menunjukkan efektivitas Arsenal dalam memanfaatkan bola mati, sebuah aspek yang sering diabaikan tapi terbukti mematikan. Saliba bahkan dinobatkan sebagai Man of the Match, berkat kontribusinya yang solid di lini belakang dan satu gol krusial pada menit ke-73.
"Ini kemenangan penting. Kami tahu bahwa mengejar Liverpool tidak mudah, tetapi kami semakin percaya diri," ujar Declan Rice, gelandang Arsenal yang selalu menjadi motor penggerak lini tengah mereka.
Baca Juga: Pierre-Emerick Aubameyang, Perjalanan dari Kapten Arsenal ke Pemain Chelsea yang Terpuruk
Tabel Klasemen Memanas: Arsenal Makin Dekat dengan Chelsea dan Liverpool
Hasil ini membawa Arsenal naik ke posisi ketiga klasemen dengan 28 poin, sejajar dengan Chelsea di urutan kedua. Liverpool, meski tetap di puncak, hanya terpaut tujuh poin setelah bermain imbang 3-3 melawan Newcastle.
Situasi ini membuka peluang besar bagi Arsenal. Dengan performa yang terus menanjak, mereka terlihat siap untuk mengganggu dominasi Liverpool. Sebaliknya, Manchester United harus kembali menelan pil pahit. Terlempar ke posisi ke-11 dengan 19 poin, mereka terlihat semakin jauh dari zona Eropa.
Liverpool, Siap-Siap Tergeser?
Arsenal kini tengah mengasah fokus mereka untuk terus mengejar. Liverpool mungkin lebih unggul dalam jumlah gol, tetapi Arsenal memiliki momentum. Perbedaan tujuh poin bukanlah jarak yang tidak mungkin terkejar, apalagi dengan performa seperti ini.
"Yang penting adalah konsistensi," tegas Rice. Arsenal tak hanya bicara soal gaya permainan, tetapi juga mentalitas pemenang. Mereka tahu bahwa peluang hanya datang bagi mereka yang siap memanfaatkannya.
MU: Tertekan dan Rentan
Sementara itu, Manchester United terlihat seperti bayangan dari tim besar yang dulu menakutkan. Mereka memang memiliki peluang di pertandingan ini, tetapi tidak efektif. Lini belakang mereka goyah, terbukti dari dua gol Arsenal yang datang dari situasi bola mati.
Situasi ini makin memperburuk kondisi "Setan Merah," yang kini tertinggal jauh dari posisi 10 besar. Perubahan besar tampaknya dibutuhkan di Old Trafford jika mereka ingin kembali ke jalur yang benar.