Sulawesitoday - Gelombang skeptisisme menyelimuti langkah Timnas Indonesia jelang ASEAN Cup 2024. Mulai 8 Desember nanti, skuad Garuda akan menantang kekuatan Asia Tenggara dengan kombinasi pemain muda dan senior.
Meski begitu, dukungan dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo memberikan optimisme di tengah keraguan publik.
“Ini adalah keputusan yang berani, tetapi saya percaya Shin Tae-yong tahu apa yang dia lakukan,” kata Dito saat berbicara mengenai regenerasi pemain.
Langkah ini memang bukan tanpa alasan—PSSI memprioritaskan pembentukan tim jangka panjang di tengah keterbatasan pemain senior karena jadwal klub yang padat. Namun, tidak semua orang yakin keputusan ini akan langsung membuahkan hasil positif.
Pertaruhan di Grup Neraka
Grup B menjadi tantangan besar bagi Indonesia. Dengan Vietnam sebagai unggulan, Myanmar yang menjadi tuan rumah, serta Laos dan Filipina yang tak bisa diremehkan, setiap pertandingan akan seperti final. Timnas hanya membawa 26 pemain, yang sebagian besar minim pengalaman internasional. Itu artinya, Shin Tae-yong harus jeli dalam menentukan strategi.
Baca Juga: Strategi Shin Tae-yong, Skuad Muda Garuda Siap Bersaing di Piala AFF 2024
“Saya tahu ini tidak akan mudah. Tapi kita harus mulai dari sekarang untuk membangun tim yang lebih kuat di masa depan,” ujar pelatih asal Korea Selatan itu. Keputusan ini juga disertai latihan intensif di Bali, di mana pemain ditekankan untuk membangun chemistry dan memahami taktik baru. Namun, membangun kekompakan dalam waktu singkat jelas menjadi tantangan besar.
Momen untuk Membuktikan Diri
Dukungan dari pemerintah, khususnya Menpora, menjadi dorongan moral yang penting bagi para pemain muda. Tapi bagaimana harapan itu diterjemahkan di lapangan akan sangat menentukan. Pertandingan pertama melawan Myanmar pada 8 Desember nanti di Stadion Thuwunna akan menjadi ujian awal. Apakah kombinasi pemain muda dan senior ini bisa menunjukkan taji? Atau malah terjebak dalam tekanan besar?
Yang pasti, masyarakat akan terus memantau perkembangan tim ini. Kritikan akan datang, tetapi peluang untuk membungkam skeptis juga terbuka lebar. Sebuah kemenangan melawan Myanmar bisa menjadi langkah penting untuk membangun momentum di turnamen ini.