• Minggu, 19 Juli 2026

Media Korsel Soroti Adu Taktik Shin Tae-yong dan Kim Sang-sik, Nasib Karir Dipertaruhkan

.
Amirullah, Sulawesi Today
- Kamis, 5 Desember 2024 | 06:15 WIB
Shin Tae-yong dan Kim Sang-sik akan bertarung di Piala AFF 2024. Bukan hanya soal kemenangan timnas, masa depan karir mereka dipertaruhkan
Shin Tae-yong dan Kim Sang-sik akan bertarung di Piala AFF 2024. Bukan hanya soal kemenangan timnas, masa depan karir mereka dipertaruhkan

Sulawesitoday - Ketika Shin Tae-yong (STY) dan Kim Sang-sik saling berhadapan pada 15 Desember 2024 di Stadion Viet Tri, atmosfer pertandingan bukan sekadar soal poin.

Media Korea Selatan menyoroti laga ini sebagai duel hidup-mati, bukan hanya untuk timnas Indonesia dan Vietnam, tetapi juga untuk masa depan karir dua pelatih asal Korea itu.

STY, yang dikenal dengan pendekatan pembangunan pemain muda, membawa skuad Indonesia dengan target jangka panjang.

Namun, itu bukan berarti tanpa risiko. Jika gagal membawa tim lolos dari Grup B, bukan tidak mungkin ia harus menghadapi tekanan besar, termasuk kemungkinan kehilangan posisinya. Sebaliknya, Kim Sang-sik datang dengan misi langsung: membawa Vietnam kembali berjaya.

Duel Dua Filosofi Sepak Bola

Menyaksikan gaya melatih mereka seperti membaca dua buku dengan tema berbeda. Shin memilih fleksibilitas dan kerja sama tim. Ia sering mengandalkan transisi cepat dan penguasaan bola. Bahkan, pemanggilan pemain muda menjadi bukti betapa ia memprioritaskan masa depan dibanding hasil instan.

Baca Juga: Vietnam Sindir Rafael Struick Dipanggil Cepat, Bukti Timnas Indonesia Gentar

Di sisi lain, Kim Sang-sik tampak lebih praktis. Latihan intensif di Korea Selatan yang dirancang olehnya menunjukkan bahwa ia fokus pada penguasaan teknik dan serangan balik terorganisir. Kemenangan dalam laga uji coba belakangan ini adalah modal penting bagi Vietnam.

Menurut seorang analis sepak bola Korea, "Mereka mungkin sama-sama berasal dari negara kita, tapi tekanan yang dihadapi berbeda. Shin harus membuktikan pendekatan jangka panjangnya masih relevan, sementara Kim dituntut langsung memberikan hasil."

Taruhan Karir di Atas Lapangan

Piala AFF mungkin tidak sebesar Piala Dunia, tapi dampaknya pada reputasi pelatih tetap besar. Kekalahan di laga penting seperti ini bisa menjadi tanda tanya besar bagi kedua pelatih, terutama di mata publik dan federasi masing-masing.

Namun, bukan hanya soal menang atau kalah. Pertandingan ini bisa memengaruhi kualifikasi Piala Dunia 2026. Jika salah satu dari mereka gagal membuktikan kapabilitasnya, nasib mereka di kursi pelatih timnas bisa jadi berubah cepat.

Bagi STY, ini adalah momen untuk membungkam kritik yang menyebut Indonesia terlalu lambat berkembang. Untuk Kim, ini adalah panggung besar pertama yang harus dimenangkannya.

Editor: Amirullah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini