Sulawesitoday - Dalam dunia sepak bola, ada rivalitas yang selalu menarik perhatian—dan pertemuan Tottenham Hotspur melawan Chelsea adalah salah satunya. Laga pekan ke-15 Liga Inggris pada 8 Desember 2024 mendatang akan menjadi ujian besar bagi kedua tim.
Statistik dan sejarah mencatat, Chelsea lebih dominan, tetapi pertanyaan besarnya: mampukah Tottenham memanfaatkan kandang mereka untuk membalikkan keadaan?
Chelsea jelas memegang kendali dalam rekor pertemuan. Dari 65 pertandingan, Chelsea menang 37 kali (56,92%), sedangkan Tottenham hanya 11 kali (16,92%). Rata-rata gol dalam laga ini pun cukup tinggi, yakni 2,89 gol per pertandingan. Hal ini menunjukkan bahwa pertemuan mereka jarang berakhir membosankan.
Namun, di balik angka-angka itu, Tottenham punya harapan untuk melawan. Dalam sepak bola, siapa yang bisa benar-benar memprediksi?
Statistik Terbaru: Siapa Unggul?
Melihat lima pertemuan terakhir, Chelsea memenangkan tiga laga, sementara Tottenham hanya satu kali. Pada Mei 2024, Chelsea menang 2-0 di kandang sendiri, melanjutkan tren positif mereka. Sebaliknya, Tottenham belum pernah menang di kandang sejak Februari 2023.
Angka ini jelas menunjukkan dominasi Chelsea, tetapi ada celah bagi Tottenham untuk mengeksploitasi—terutama jika mereka mampu memperbaiki pertahanan yang kerap bermasalah di babak pertama.
Baca Juga: Minim Kesempatan, Gabriel Jesus Pertimbangkan Hijrah di Januari: Arsenal Siap Melepas?
Di sisi lain, performa Chelsea musim ini begitu solid. Dengan rekor M8 S4 K2, mereka berada di papan atas klasemen. Skuad asuhan Mauricio Pochettino telah mencetak rata-rata 2,27 gol per pertandingan dan hanya kebobolan 15 gol sejauh ini.
Statistik ini menjadi bukti betapa berbahayanya serangan dan rapatnya pertahanan mereka. Sebagai catatan tambahan, Chelsea tak terkalahkan dalam enam laga terakhir Premier League.
Tottenham: Keuntungan Bermain di Kandang
Bermain di kandang mungkin menjadi salah satu peluang terbesar Tottenham. Dengan rata-rata mencetak 1,86 gol per pertandingan, tim ini mengandalkan kecepatan pemain sayap mereka seperti Dejan Kulusevski dan kreativitas James Maddison di lini tengah.
Namun, pertahanan mereka tetap menjadi perhatian utama—terutama mengingat kebobolan babak pertama yang cukup tinggi.
Jika Tottenham ingin mengubah narasi, mereka harus memulai dengan bertahan lebih baik dan memanfaatkan celah di lini belakang Chelsea. Di kandang, dukungan suporter mereka bisa menjadi faktor krusial.