Sulawesitoday - Ketika sorotan tajam tertuju pada Andre Onana usai kekalahan 3-2 Manchester United dari Nottingham Forest, sang manajer Ruben Amorim tampil sebagai tameng.
Blunder Onana pada dua dari tiga gol yang bersarang di gawang MU di Old Trafford itu memancing kritik pedas, terutama pada gol Morgan Gibbs-White dan Chris Wood.
Namun, Amorim menegaskan bahwa kesalahan tersebut adalah hasil dari kelemahan kolektif, bukan individu semata.
"Kami kehilangan bola di satu posisi, banyak ruang terbuka, lalu mereka mencetak gol. Seluruh tim menderita gol itu," ungkap Amorim usai pertandingan.
Pernyataan ini seolah ingin mengingatkan bahwa sepak bola bukan hanya soal individu, melainkan juga sinergi tim.
Gol pertama Nottingham memang cukup mencolok—sebuah sepak pojok yang gagal diantisipasi oleh lini belakang MU.
Namun, yang paling banyak dibahas adalah blunder Onana. Pada gol Gibbs-White, Onana terlihat salah langkah, sementara saat Chris Wood mencetak gol penentu, posisi Onana jauh dari ideal untuk menutup ruang tembak. Meskipun begitu, Amorim tetap memilih mengedepankan sisi positif.
Baca Juga: Adaptasi Lambat Kylian Mbappe di Real Madrid, Superstar yang Berjuang Menjadi Pemain Biasa
"Onana sudah berkali-kali menyelamatkan kami," katanya, merujuk pada performa sang kiper di pertandingan sebelumnya, termasuk melawan Ipswich. Pernyataan ini menggarisbawahi kepercayaan Amorim kepada penjaga gawang berusia 28 tahun tersebut.
Namun, bukan berarti Amorim menutup mata terhadap kelemahan. Gol-gol dari situasi bola mati menjadi pengingat pahit bagi MU, yang sebelumnya juga kebobolan dengan cara serupa melawan Arsenal.
"Kami sudah bekerja keras di area ini, tetapi tetap kebobolan. Itu tanggung jawab saya," ujar Amorim, dengan nada reflektif.
Pendekatan Amorim yang memilih membangun motivasi ketimbang meluapkan emosi di depan publik bisa jadi kunci untuk mengembalikan kepercayaan diri tim. Dalam sepak bola, mental pemain sering menjadi faktor penentu yang tak terlihat di papan skor.
Meski tekanan semakin berat dengan dua kekalahan beruntun, Amorim menunjukkan sikap tenang yang mencerminkan pengalaman dan kepercayaan diri. Baginya, membangun tim yang tangguh bukan soal menghindari kesalahan, melainkan belajar darinya.