Sulawesitoday - Ketika Kai Havertz meninggalkan Chelsea untuk bergabung dengan Arsenal pada awal musim 2023/24, banyak yang meragukan langkah ini. Bagaimana tidak? Harga transfer £65 juta membebani pundaknya, belum lagi kenangan penampilan campur aduk selama mengenakan seragam biru Chelsea. Namun, Havertz kini menyebut keputusan tersebut sebagai yang terbaik dalam hidupnya.
“Bagi saya, ini adalah keputusan terbaik yang bisa saya ambil,” ujarnya kepada Sky Sports. Kata-kata itu menggambarkan kepuasan mendalam dari seorang pemain yang akhirnya menemukan tempatnya di lapangan hijau.
Di awal perjalanan bersama The Gunners, Havertz mengakui bahwa adaptasi tidaklah mudah. Beban ekspektasi dan tekanan di Emirates terasa begitu berat.
Namun, momen penentu datang pada Oktober, ketika ia mencetak gol perdananya lewat penalti ke gawang Bournemouth. Gol itu, meski tampak sederhana, menjadi katalis perubahan.
Musim ini, Havertz mencatatkan 23 gol dan delapan assist, transformasi yang luar biasa dari pemain yang sebelumnya dinilai tidak konsisten. Mikel Arteta, pelatih Arsenal, tampaknya tahu betul bagaimana memanfaatkan potensi terbaik Havertz.
Baca Juga: Drama di Bernabéu: Akankah Endrick Tinggalkan Real Madrid Lebih Cepat dari Perkiraan?
Ia tidak hanya menjadi pencetak gol andal, tetapi juga motor serangan Arsenal yang semakin solid dalam perburuan gelar Premier League.
Namun, perjalanan ini tidak sepenuhnya mulus. Selebrasinya melawan Chelsea, mantan klubnya, memicu kemarahan fans. Ironisnya, gol itu dianulir, tapi bukan tanpa meninggalkan jejak emosional.
Havertz menjawab kontroversi tersebut dengan tegas: “Saya sangat senang dengan dukungan semua orang yang membantu saya selama waktu saya di sana (Chelsea).”
Pekan ini, Arsenal menambah momentum positif mereka dengan kemenangan 2-0 atas Manchester United. Hasil itu menempatkan mereka di posisi ketiga klasemen, hanya kalah selisih gol dari Chelsea dan tertinggal tujuh poin dari Liverpool. Dengan musim yang masih panjang, Havertz dan Arsenal tetap optimis tetapi tidak mau lengah.
“Kami masih berada di bagian awal musim, dan apa pun bisa terjadi,” tambah Havertz. Ia juga memuji konsistensi Liverpool sebagai pemuncak klasemen.
Langkah Arsenal berikutnya adalah menghadapi Fulham pada 8 Desember. Dengan Havertz dalam performa terbaiknya, The Gunners tampaknya siap untuk terus bersaing memperebutkan gelar.
Artikel Terkait
Drama di Bernabéu: Akankah Endrick Tinggalkan Real Madrid Lebih Cepat dari Perkiraan?
Man of the Match Juventus vs Bologna: Samuel Mbangula, Pemain 10 Menit yang Menentukan Nasib Si Nyonya Tua
Man of the Match: Chris Wood, Pahlawan Nottingham Forest di Kemenangan Dramatis vs Manchester United
Kecelakaan Parah, Striker Andalan West Ham United Michail Antonio Terjebak 55 Menit di Mobil Ferrari Ringsek
Shin Tae-yong Punya Senjata Rahasia, 4 Pemain yang Disebut Mimpi Buruk Vietnam