PT Masmindo, dengan pengawalan ketat aparat keamanan, menghancurkan tanaman cengkeh milik petani di Latimojong. Konflik ini memicu kemarahan
Banjir di Luwu pada 7 Agustus 2024 menyebabkan 375 rumah terendam, 10 desa terdampak, dan jalan nasional terputus.