Sulawesitoday - Panitia Khusus DPRD Parigi Moutong mengancam akan menghentikan seluruh pembahasan laporan pengawasan. Langkah tegas diambil karena sejumlah Organisasi Perangkat Daerah terus menyembunyikan dokumen fatal yang dibutuhkan dewan.
"Pokoknya intinya kalau besok itu tidak disertai dengan dokumen, maka tidak usah ada pembahasan," ujar salah satu anggota Pansus DPRD Parigi Moutong usai rapat.
DPRD menilai pertemuan selama ini sia-sia. Anggota legislatif hanya disuguhi perdebatan lisan tanpa ada bukti fisik yang konkret.
Lembaga audit internal kini ikut dibidik dewan. Pansus menjadwalkan pemanggilan ulang terhadap tim Inspektorat serta penanggung jawab proyek guna membongkar kejanggalan.
Baca Juga: PPK Pengganti Diduga Ubah Denda Proyek Perpustakaan Parigi Moutong, Untungkan Kontraktor?
"Pertemuan dengan Inspektorat dan perpustakaan tidak pernah ada titik temunya," ucapnya menambahkan.
Dua generasi pejabat dinas akan dikonfrontasi langsung. Pansus bakal memeriksa kepala dinas lama dan baru sekaligus pejabat pembuat komitmen dalam waktu dekat.
Rekomendasi sanksi berat kini tengah disiapkan oleh dewan. Kasus dugaan pelanggaran anggaran ini berpeluang besar diseret ke ranah aparat penegak hukum.
"Adapun nanti rekomendasinya ke aparat penegak hukum atau ke bupati, itu nanti internal Pansus," katanya menegaskan di akhir wawancara.
Artikel Terkait
Febrie Adriansyah Tersangka Korupsi, Sempat Bantah Keterlibatan Blackout Sumatera
Target PON 2028 KONI Sulawesi Tengah Siapkan 20 Cabang Olahraga Unggulan di Porprov 2026
Kakek 93 Tahun Gugat Polres Polewali Mandar Terkait Kasus Dokumen Lontara
Penguatan Asta Cita di HKG PKK ke 54, TP PKK Parigi Moutong Siap Integrasikan Program Kerja Daerah
PPK Pengganti Diduga Ubah Denda Proyek Perpustakaan Parigi Moutong, Untungkan Kontraktor?