• Kamis, 4 Juni 2026

Petualangan Tak Terlupakan di Rammang-Rammang, Maros: Surga Tersembunyi Sulawesi Selatan

.
Amirullah, Sulawesi Today
- Rabu, 2 Oktober 2024 | 19:40 WIB
Rammang-Rammang menawarkan petualangan penuh sejarah dan keindahan alam. Siap menjelajahi pegunungan kapur tertua di dunia? (Amirullah)
Rammang-Rammang menawarkan petualangan penuh sejarah dan keindahan alam. Siap menjelajahi pegunungan kapur tertua di dunia? (Amirullah)

Sulawesitoday - Rammang-Rammang di Maros adalah salah satu destinasi wisata paling menakjubkan di Indonesia yang jarang disorot, tapi siapa yang tak ingin menjelajahi keindahan alam yang menawarkan ketenangan sekaligus sejarah ribuan tahun? Terletak hanya 40 km di utara Kota Makassar, tempat ini merupakan gugusan pegunungan karst terbesar ketiga di dunia. Bayangkan, Anda bisa berjalan di antara formasi batuan kapur yang menjulang tinggi, sambil menikmati hamparan sawah hijau dan aliran sungai yang tenang.

Mungkin saat mendengar tentang Rammang-Rammang, yang terlintas di benak adalah tempat foto Instagramable dengan pemandangan epik, dan itu benar. Tapi lebih dari itu, Rammang-Rammang menyimpan banyak cerita dan keajaiban. Formasi kapur yang ada di sana terbentuk sekitar 30 juta tahun lalu—iya, Anda tidak salah dengar, tiga puluh juta tahun! Jejak manusia purba yang pernah tinggal di sini ribuan tahun lalu pun masih terlihat jelas di dinding gua dalam bentuk simbol dan cap tangan. Bagi yang gemar berpetualang, ini adalah kesempatan langka untuk menyentuh langsung sejarah yang telah ada jauh sebelum peradaban modern.

Baca Juga: Danau Sibili, Surga Tersembunyi di Kota Palu yang Wajib Dikunjungi!

Bagaimana Cara Sampai di Sana?

Bagi Anda yang tertarik datang ke Rammang-Rammang, siapkan fisik dan mental. Perjalanan menuju ke sana biasanya dilakukan dengan perahu yang berangkat dari dermaga menuju Kampung Berua, desa tradisional yang seolah terperangkap dalam waktu. Jangan lupa untuk menyiapkan uang tunai, karena harga sewa perahu berbeda-beda tergantung jumlah orang yang ikut serta. Untuk kelompok kecil, harga sewanya sekitar Rp200.000 hingga Rp300.000 per perahu, tergantung kapasitas. Bukan angka yang terlalu mahal, mengingat pengalaman yang akan Anda dapatkan.

Nah, setelah tiba di Kampung Berua, inilah saatnya untuk trekking. Siapkan sepatu atau sandal gunung yang nyaman, karena jalan setapak di sini sering kali basah dan licin, terutama saat musim hujan. Meskipun begitu, setiap langkah yang Anda ambil seolah membawa Anda lebih dekat ke alam yang begitu indah dan memukau. Anda akan menemukan telaga-telaga tersembunyi, seperti Telaga Bidadari, yang airnya berasal langsung dari celah batu kapur. Terlihat eksotis dan segar di tengah suasana pegunungan yang tenang.

Keindahan yang Perlu Dijaga

Rammang-Rammang memang spektakuler, tapi sayangnya, tempat ini masih kurang terawat. Ketika akhir pekan tiba, wisatawan datang dalam jumlah besar—bahkan mencapai 700 orang—dan sampah pun mulai terlihat berserakan di beberapa titik. Ini mengingatkan kita akan pentingnya menjaga kelestarian tempat ini, bukan hanya demi keindahan alam, tapi juga untuk melestarikan situs sejarah yang ada di dalamnya.

Salah satu pengunjung setempat pernah berkata, "Kalau terus begini, kita bisa kehilangan kekayaan alam ini. Harus ada tindakan nyata dari kita semua untuk menjaga kebersihan dan kelestarian Rammang-Rammang."

Bahkan, sepanjang aliran sungai yang biasanya menjadi akses utama menuju gugusan karst, sampah plastik dan limbah kecil sering kali terlihat. Ini bukan hanya masalah estetika, tapi juga ancaman bagi ekosistem di sekitar. Peran pengelola, wisatawan, dan penduduk setempat sangat penting untuk menjaga keindahan alam ini tetap terjaga.

Wisata Ekstrem untuk Pencari Adrenalin

Bagi Anda yang suka tantangan, Rammang-Rammang menawarkan lebih dari sekadar pemandangan. Ada banyak gua yang bisa Anda jelajahi, salah satunya adalah Gua Bulu Barakka. Dalam bahasa Bugis, "Bulu" berarti gunung dan "Barakka" berarti berkah. Di gua ini, Anda bisa menemukan cap tangan manusia purba—salah satu peninggalan arkeologis yang tak ternilai harganya. Setiap goresan di dinding gua seolah bercerita tentang kehidupan ribuan tahun lalu, menambah pengalaman berkunjung Anda menjadi lebih berharga.

Tak jauh dari sana, ada Gua Telapak Tangan, yang menyimpan lebih banyak jejak kehidupan prasejarah. Gambar-gambar perahu dan binatang yang diukir di dinding gua masih terlihat jelas meskipun sudah ribuan tahun berlalu. "Menakjubkan," kata seorang peneliti yang mengunjungi gua ini beberapa waktu lalu. "Ini bukti nyata bahwa peradaban manusia sudah ada jauh sebelum kita berpikir."

Selain gua, Anda juga bisa menjelajahi Kampung Berua, desa yang menyuguhkan pemandangan sawah hijau yang menyejukkan mata. Jika beruntung, Anda bisa melihat pantulan gunung kapur di sawah yang basah, menciptakan pemandangan yang seolah berasal dari dunia lain.

Halaman:

Editor: Amirullah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini