• Selasa, 21 Juli 2026

Tradisi Arak-Arakan Ogoh-Ogoh, 20 Bentuk Unik Hiasi 2 Km Jalan di Parigi Moutong

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Jumat, 28 Maret 2025 | 19:14 WIB
Ritual arak-arakan ogoh-ogoh penuh warna di Parigi Moutong, menyatukan ribuan penonton dalam perayaan tradisi yang sarat makna
Ritual arak-arakan ogoh-ogoh penuh warna di Parigi Moutong, menyatukan ribuan penonton dalam perayaan tradisi yang sarat makna

Sulawesitoday - Pada Jumat, 28 Maret 2025, ribuan warga menyulap ruas jalan Trans Sulawesi menjadi panggung megah yang membentang sepanjang dua kilometer, tepatnya di antara Desa Tolai Induk dan Desa Tolai Barat, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong.

Acara ritual arak-arakan yang menampilkan 20 bentuk ogoh-ogoh ini menjadi magnet budaya yang mengundang antusiasme masyarakat dari dalam dan luar daerah.

Warga mulai berdatangan sejak pukul 13.00, menunjukkan betapa tradisi ini telah merasuk ke dalam kehidupan sehari-hari. Meski arak-arakan resmi baru dimulai pada pukul 15.45, tepat usai penunaian salat asar, suasana meriah sudah terasa sejak awal.

“Kami selalu menantikan momen seperti ini, di mana setiap ogoh-ogoh menyimpan kisah dan nilai yang mendalam,” ujar salah satu warga dengan bangga, menggambarkan betapa pentingnya tradisi ini bagi identitas lokal.

Setiap ogoh-ogoh yang dipamerkan memiliki karakteristik unik dengan dekorasi yang memikat, menggabungkan nuansa warna-warni dan sentuhan artistik yang khas.

Proses pembuatannya yang memakan waktu berbulan-bulan merupakan wujud dedikasi tinggi para seniman dan pengrajin setempat, yang berupaya melestarikan tradisi turun-temurun.

Tak hanya sekadar tampilan visual, setiap patung ogoh-ogoh sarat dengan simbolisme dan cerita rakyat yang menghubungkan masa kini dengan sejarah leluhur.

Alunan musik tradisional yang menggema di sepanjang jalan semakin menambah semarak perayaan. Irama yang harmonis berpadu dengan langkah-langkah barisan peserta menciptakan atmosfer magis yang mampu membawa penonton kembali ke akar budaya mereka.

Antusiasme yang tumpah ruah tak lepas dari kehadiran ribuan penonton, yang tak hanya datang untuk menyaksikan, tetapi juga untuk meresapi nilai-nilai kebersamaan dan identitas yang terpancar dari setiap gerakan.

Penyelenggara acara pun mengungkapkan bahwa persiapan telah dilakukan secara matang sejak berbulan-bulan lalu. Mulai dari perancangan desain ogoh-ogoh hingga latihan barisan, semua diatur agar pelaksanaan berlangsung lancar dan aman.

Baca Juga: Netizen di Medsos Beri Komentar Pedas Terkait Klarifikasi Gus Fuad Plered

“Kami ingin setiap detik perayaan ini menjadi cermin dari kecintaan terhadap budaya dan semangat persatuan yang kuat,” ujar salah satu koordinator acara.

Di balik kemeriahan tersebut tersimpan pesan moral yang mendalam; bahwa dalam dinamika kehidupan modern, tradisi merupakan jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa depan.

Ritual arak-arakan ogoh-ogoh ini tidak hanya menghidupkan kembali nilai-nilai luhur, tetapi juga menegaskan komitmen masyarakat untuk terus melestarikan warisan budaya sebagai identitas yang abadi.

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini