Perencanaan Perkampungan Adaptif Krisis Iklim Melalui Partisipasi Warga
Sulawesitoday- Pada Sabtu (17/2/2024), warga Kelurahan Mamboro, Palu, Sulawesi Tengah, turut serta dalam menandatangani desain penataan kawasan hasil rembuk bersama. Kegiatan rembuk tersebut diinisiasi oleh Yayasan Arkom Indonesia bersama sejumlah kolaborator. Tujuan utamanya adalah untuk melibatkan secara langsung warga dalam mendesain kampung percontohan yang adaptif terhadap krisis iklim.
Dalam upaya mengatasi dampak perubahan iklim yang semakin dirasakan, partisipasi warga menjadi kunci utama. Melalui proses rembuk ini, diharapkan bahwa keterlibatan langsung warga akan menciptakan desain perkampungan yang memiliki risiliensi yang lebih tinggi terhadap perubahan iklim.
Yayasan Arkom Indonesia sebagai inisiator kegiatan ini mengungkapkan bahwa kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk warga, akan memperkaya perspektif dalam perencanaan perkampungan yang adaptif. Hal ini sejalan dengan semangat partisipatif dalam pembangunan yang dicanangkan pemerintah.
Menurut Basri Marzuki dari ANTARA, proses rembuk tersebut merupakan langkah konkret dalam mewujudkan kesadaran kolektif akan pentingnya adaptasi terhadap krisis iklim. Melalui dialog dan partisipasi aktif warga, diharapkan solusi-solusi yang tercipta akan lebih relevan dengan kebutuhan dan kondisi lokal.
Dalam konteks Sulawesi Tengah yang sering kali menjadi salah satu daerah yang rentan terhadap bencana alam, pembangunan perkampungan yang adaptif terhadap krisis iklim menjadi semakin mendesak. Melalui partisipasi warga yang kuat, langkah-langkah konkret dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan ketahanan masyarakat dapat lebih efektif direalisasikan.
Demikianlah informasi terbaru mengenai perencanaan perkampungan adaptif krisis iklim melalui partisipasi warga di Kelurahan Mamboro, Palu, Sulawesi Tengah. Kami akan terus memantau perkembangan lebih lanjut terkait inisiatif ini.