Sulawesitoday - RSUD Anuntaloko Parigi melunasi utang pengadaan obat sebesar Rp19,291 miliar untuk menjamin ketersediaan fasilitas medis pasien.
"Alhamdulillah, dalam empat bulan terakhir kami berhasil menyelesaikan pembayaran utang obat sekitar Rp19,291 miliar," kata Pelaksana Tugas Direktur RSUD Anuntaloko Parigi, Irwan, beberapa waktu lalu.
Langkah cepat ini berhasil mengikis sisa kewajiban rumah sakit kepada perusahaan farmasi. Total tunggakan instansi ini sebelumnya mencapai angka Rp26,3 miliar.
Sisa beban finansial kini tersisa sekitar Rp7 miliar saja. Manajemen bertekad menyelesaikan seluruh sisa kewajiban secepatnya.
Pembenahan arus kas menjadi prioritas utama demi memulihkan pasokan bahan medis harian. Keterlambatan pembayaran sempat memicu potensi gangguan distribusi pasokan obat.
"Kalau pasokan obat terganggu, maka pelayanan kesehatan juga akan ikut terdampak," ujar Irwan beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Cara RSUD Anuntaloko Parigi Pangkas Antrean Rawat Jalan Lewat Mobile JKN
Pembayaran fantastis ini mencakup seluruh tunggakan pengadaan periode Mei hingga November 2025. Manajemen berupaya keras mengembalikan kepercayaan para distributor penyedia obat.
Kondisi finansial yang sehat berpotensi meningkatkan kualitas layanan kesehatan publik secara signifikan. Pasien tidak perlu khawatir akan kelangkaan resep obat saat berobat.
Potensi penambahan kewajiban baru pada tahun berjalan tetap diantisipasi secara cermat. Manajemen menerapkan pengawasan ketat pada setiap transaksi pengeluaran operasional.
"Tujuan utama dari seluruh pembenahan ini adalah memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal," pungkas Irwan.
Keberhasilan penataan keuangan ini menjadi angin segar bagi seluruh warga Parigi Moutong. Layanan kesehatan daerah dipastikan tetap berjalan stabil tanpa kendala teknis.