Sulawesitoday - Satu gedung pelayanan kesehatan ibu dan anak di Parigi Moutong menganggur lantaran tak punya tangga darurat.
"Gedung Ruang Damar terbangun sejak 2022 namun belum optimal karena cuma punya lift tanpa tangga darurat," kata Plt Direktur RSUD Anuntaloko Parigi Irwan pada beberapa waktu lalu.
Keselamatan pasien kini jadi pertimbangan utama para tenaga medis. Manajemen rumah sakit akhirnya memutuskan menambah akses fisik menuju ruang penanganan bayi.
Pihaknya menyiapkan dana khusus untuk proyek tersebut. Pembangunan tangga alternatif diperkirakan memakan anggaran seratus juta rupiah.
Biaya itu dinilai jauh lebih efisien. Langkah ini dianggap lebih baik daripada membiarkan fasilitas negara tak terpakai.
Baca Juga: Cakupan UHC 90 Persen, RSUD Anuntaloko Gratiskan Ruang VIP B Pasien
Fasilitas baru difokuskan untuk menyambung akses menuju NICU. Gedung Ruang Damar akan tersambung langsung dengan ruang intensif bayi.
Integrasi ruang memangkas waktu penanganan kondisi darurat. Petugas bisa memindahkan bayi prematur tanpa kendala jalur evakuasi.
"Kami menyusun aksesibilitas anyar agar penanganan bayi berisiko tinggi lebih cepat terhubung," ujar Irwan beberapa waktu lalu.
Satu gedung ini menyimpan sembilan ruang perawatan. Empat ruang di lantai bawah serta lima ruang di lantai atas.
Seluruh ruangan siap pakai usai proyek tangga tuntas. Fasilitas darurat bakal langsung beroperasi penuh melayani masyarakat.
"Fasilitas kesehatan ini siap beroperasi penuh segera setelah tangga selesai dikerjakan," ucap Irwan pada beberapa waktu lalu.
Artikel Terkait
Cara RSUD Anuntaloko Parigi Pangkas Antrean Rawat Jalan Lewat Mobile JKN
Stok Obat RSUD Anuntaloko Parigi Dipastikan Aman Usai Pelunasan Utang
RSUD Anuntaloko Parigi Minta Layanan BPJS Kembali Dibuka di Rumah Sakit
RSUD Anuntaloko Parigi Minta BPJS Kesehatan Berbagi Peran Dampingi Pasien Pakai Mobile JKN
Cakupan UHC 90 Persen, RSUD Anuntaloko Gratiskan Ruang VIP B Pasien