Sulawesitoday - Kematian pria berinisial IKD akibat amukan massa di Tabanan memicu gelombang kecaman publik. Gelombang pengeroyokan akibat tuduhan pencurian ayam aduan kini menyita perhatian penceramah nasional hingga Kementerian Hak Asasi Manusia.
"Gadis kecil itu anak kita, mencuri ayam tidak benar, tapi ayam dibayar dengan nyawa tidak bisa dibenarkan," tulis penceramah Abdul Somad melalui akun Instagram resminya pada Senin, 27 Juli 2026.
Tragedi ini berawal dari dugaan pencurian ayam aduan di Desa Batunya. Warga yang emosi langsung mengeroyok korban hingga tewas di tempat kejadian.
Aksi massa tidak berhenti pada pengeroyokan fisik semata. Warga juga membakar sepeda motor milik korban di lokasi peristiwa.
Isak tangis putri bungsu korban saat pemakaman mendadak viral. Bocah sekolah dasar ini terus memanggil sang ayah menjelang penguburan.
Baca Juga: MUI Desak Pemerintah Hapus Pajak Ganda Melalui Integrasi Zakat
Korban meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak. Keluarga kini kehilangan tulang punggung akibat aksi main hakim sendiri.
Abdul Somad mempertanyakan kondisi ekonomi yang memicu aksi nekat. Faktor tekanan hidup dinilai menjadi pemicu di tengah kekayaan alam.
"Mengapa saudara kita mencuri di tengah negeri kaya emas dan minyak," kata Abdul Somad pada Senin, 27 Juli 2026.
Sorotan tajam juga datang dari Kementerian Hak Asasi Manusia. Koordinator Wilayah Kerja Bali menegaskan aksi persekusi melanggar hukum.
Anak-anak korban dinilai membutuhkan pendampingan psikologis secepatnya. Negara wajib hadir memberikan perlindungan bagi keluarga yang ditinggalkan.
"Kami berharap keluarga korban mendapatkan pendampingan dan perlindungan yang layak," kata Anak Agung Gede Ngurah Dalem pada Senin, 27 Juli 2026.
Artikel Terkait
Abrasi Pesisir Palasa Meluas, Parigi Moutong Ajukan Anggaran Darurat ke Pusat
Barcode Solar Subsidi Dicloning Pengecer, Nelayan Parigi Moutong Gagal Melaut
ANTAM dan KLH Tanam 5.000 Mangrove Tekan Karbon di Hari Mangrove Sedunia 2026
Main Hakim Sendiri di Bahodopi Morowali, Terduga Pengepul Curanmor Meninggal
MUI Desak Pemerintah Hapus Pajak Ganda Melalui Integrasi Zakat