• Sabtu, 25 Juli 2026

Irigasi Rusak Parah, 500 Hektare Sawah di Aceh Terancam

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Jumat, 24 Juli 2026 | 22:20 WIB
Peralihan kewenangan irigasi di Babahrot Abdya memicu lempar tanggung jawab birokrasi. 500 hektare sawah terancam alih fungsi.
Peralihan kewenangan irigasi di Babahrot Abdya memicu lempar tanggung jawab birokrasi. 500 hektare sawah terancam alih fungsi.

Sulawesitoday - Saling lempar tanggung jawab birokrasi pascapengalihan kewenangan Daerah Irigasi ke Pemerintah Provinsi Aceh mengancam keberlanjutan 500 hektare sawah di Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya.

"Peralihan kewenangan jaringan irigasi justru membuat pembenahan sarana pertanian terhambat," kata Keuchik Rukoen Damee, Mustafik, beberapa waktu lalu.

Ancaman gagal tanam meluas. Ratusan hektare lahan pangan kini berpotensi berubah fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit dan jagung.

Kerusakan sarana tergolong masif. Kerusakan fisik jaringan air mencapai panjang total tiga ribu meter.

Pemerintah daerah diminta responsif. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh mendesak dilibatkan aktif.

Baca Juga: Viral Pelajar SMP di Gayo Lues Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai Deras Pakai Kawat Baja

"Langkah lambat dinas terkait sama saja dengan menghambat program ketahanan pangan Presiden," ujar Mustafik.

Petani menanggung dampak ganda. Saluran air yang rusak memicu banjir pemukiman saat hujan turun.

Infrastruktur desa ikut terdampak. Genangan air merusak akses jalan utama pemukiman warga setempat.

Penurunan produksi beras membayang. Ekonomi warga lokal terancam lumpuh total jika dibiarkan.

"Kami khawatir terpaksa meninggalkan usaha tani padi jika irigasi tidak segera diperbaiki," kata petani Babahrot, Tarmizi, beberapa waktu lalu.

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini