Sulawesitoday - Ancaman bencana likuefaksi mengepung wilayah Kabupaten Parigi Moutong akibat aktivitas empat sesar aktif.
"Kajian Badan Geologi ESDM ini menjadi perhatian acuan kami melakukan penelitian lanjutan," kata Pelaksana Tugas Kepala BPBD Parigi Moutong Moh Rivai di Parigi, Rabu, 22 Juli 2026.
Tingkat kerawanan fenomena tanah mencair ini masuk dalam kategori bahaya level menengah. Potensi pergerakan tanah muncul jika gempa kuat berpusat di kedalaman dangkal.
Empat sesar aktif terus mengintai wilayah tersebut. Sesar Sausu Tokara Tambarana dan Palu Koro berada di kawasan ini.
Masyarakat diminta tidak panik menghadapi temuan bahaya ini. Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat langkah mitigasi secara mandiri.
"Masyarakat tidak harus takut melainkan meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat mitigasi," kata Rivai.
Dokumen Kajian Risiko Bencana daerah ini rupanya belum memuat ancaman likuefaksi. Pemerintah daerah berjanji memasukkan pemetaan tersebut pada revisi dokumen mendatang.
Baca Juga: Bertaruh Nyawa Demi Sekolah, Siswa SMP Batui Banggai Seberangi Sungai Deras Tanpa Jembatan
Kajian kerawanan bencana alam sebenarnya telah dikerjakan sejak tahun lalu. Hasil penelitian menjadi catatan penting penyusunan dokumen keselamatan warga.
Penguatan kapasitas warga menjadi kunci utama menghadapi bahaya ini. Edukasi tata ruang serta pemetaan risiko terus dipacu pemerintah.
"Mitigasi tidak akan efektif bila tidak diikuti literasi dan pemetaan risiko," kata Rivai.
Wilayah ini juga menyimpan potensi bahaya bencana alam lainnya. Ancaman banjir bandang longsor hingga banjir rob kerap mengintai.
Kondisi geografis lereng gunung curam memicu terbentuknya anak sungai. Luapan air sering kali mengancam permukiman warga di kawasan pesisir.
Penanganan risiko bencana membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah dan relawan bahu membahu membangun budaya sadar bencana.
Artikel Terkait
Carut-Marut Pengadaan Obat Parigi Moutong: Dalih Keliru, Beli Mahal, hingga 'Buta' Aturan Kemenkes
Mulai September 2026, Pencairan Bansos PKH dan BPNT Wajib Lewat Koperasi Desa Merah Putih
Data PBB Parigi Moutong Hilang di Sistem, Warga Maesa Ancam Mogok Bayar Pajak
Rombongan Oknum Debt Collector Rusak Rumah Warga Bantul Usai Ancam Pakai Celurit
Bertaruh Nyawa Demi Sekolah, Siswa SMP Batui Banggai Seberangi Sungai Deras Tanpa Jembatan