Sulawesitoday - Puluhan siswa SMP Satu Atap Batui 5 bertaruh nyawa menyeberangi sungai deras demi sampai ke sekolah. Akses jalan utama antarwilayah perbatasan desa di Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah ini tidak memiliki jembatan penyeberangan.
"Kondisi ini terjadi setiap hari sekolah," kata Jumrah Jum dalam unggahan video media sosialnya pada Kamis, 23 Juli 2026.
Siswa harus melepas sepatu sebelum masuk ke air. Arus deras sungai perbatasan sering kali menyapu pijakan kaki anak anak.
Lokasi sekolah berada di perbatasan wilayah administratif. Desa Masungkang dan Desa Ondo Ondolu menjadi jalur perlintasan harian para pelajar.
Bahaya banjir bandang mengintai keselamatan anak anak. Hujan di hulu sungai dapat membahayakan keselamatan jiwa mereka secara mendadak.
Baca Juga: Rombongan Oknum Debt Collector Rusak Rumah Warga Bantul Usai Ancam Pakai Celurit
Warga mendesak pemerintah daerah segera membangun sarana penyeberangan permanen. "Harus disegerakan jembatannya," kata akun Yayfan2 dalam kolom komentar video penyeberangan siswa.
Infrastruktur pendidikan di wilayah pedalaman masih sangat minim. Pembangunan jembatan gantung menjadi kebutuhan mendesak bagi warga dua kecamatan.
Orang tua siswa merasa khawatir setiap kali hujan turun. Anak anak sering membolos jika debit air sungai terlalu tinggi.
Akses ilmu pengetahuan terhambat masalah infrastruktur dasar. Pemerintah Kabupaten Banggai diharapkan segera turun ke lapangan memeriksa kondisi.
Masyarakat menagih janji pemerataan pembangunan fasilitas publik. "Dana MBG mending buat jembatan dulu," kata akun Ainul Yakin Ahmad menyuarakan kritik publik.
Artikel Terkait
HUT Ke-1 DPW IJS Majene, Bupati Achmad Syukri Jadikan Mitra Strategis Pembangunan
Carut-Marut Pengadaan Obat Parigi Moutong: Dalih Keliru, Beli Mahal, hingga 'Buta' Aturan Kemenkes
Mulai September 2026, Pencairan Bansos PKH dan BPNT Wajib Lewat Koperasi Desa Merah Putih
Data PBB Parigi Moutong Hilang di Sistem, Warga Maesa Ancam Mogok Bayar Pajak
Rombongan Oknum Debt Collector Rusak Rumah Warga Bantul Usai Ancam Pakai Celurit