Sulawesitoday - Banyak orang mengira keselamatan layanan di rumah sakit hanya ditentukan oleh keahlian dokter dan kecanggihan alat medis. Padahal, desain arsitektur dan kelengkapan jalur evakuasi fisik memegang peranan yang sama besarnya.
Kasus ini terlihat pada Gedung Ruang Damar RSUD Anuntaloko Parigi. Gedung sembilan ruangan yang rampung sejak 2022 tersebut sempat belum difungsikan secara optimal oleh tenaga kesehatan karena hanya memiliki lift tanpa tangga darurat.
Demi menjamin aspek keselamatan, pihak manajemen akhirnya memutuskan membangun fasilitas tangga penunjang sebelum gedung resmi melayani pasien secara penuh.
Menurut standar regulasi bangunan gedung fasilitas kesehatan, rumah sakit wajib memiliki sistem jalur evakuasi yang mandiri dan tepercaya.
Kendala utama pada sarana mekanis seperti lift adalah risikonya yang tinggi saat terjadi keadaan darurat, seperti kebakaran atau pemadaman listrik secara mendadak.
Pada situasi darurat, penggunaan lift justru dilarang keras, sehingga keberadaan tangga darurat dan ramp (bidang miring untuk tempat tidur pasien) menjadi satu-satunya jalur penyelamatan yang aman.
Aksesibilitas yang baik juga dirancang untuk mempermudah pergerakan alur kerja (workflow) para tenaga medis.
Dalam situasi penanganan pasien kritis, setiap rintangan fisik pada jalur antarruangan dapat menambah beban stres kerja dan memperlambat respons tim medis.
Jalur yang bersih, terang, tidak licin, serta memiliki lebar tangga yang sesuai standar medis menjadi syarat wajib agar evakuasi penanganan pasien berjalan lancar.
Pentingnya tangga darurat ini juga berkaitan erat dengan kesiapsiagaan bencana pada fasilitas publik.
Rumah sakit sebagai pusat rujukan utama saat situasi kritis harus tetap beroperasi dan dapat dikosongkan dengan cepat tanpa memicu kepanikan massal.
Penambahan tangga darurat berbiaya efisien bukan sekadar melengkapi kekurangan bangunan, melainkan investasi perlindungan jiwa bagi seluruh pengagum layanan, baik pasien, pengunjung, maupun tenaga medis yang bertugas.
Edukasi mengenai standar keselamatan fisik ini dapat membantu masyarakat awam lebih jeli dalam menilai kualitas sebuah fasilitas kesehatan.