Sulawesitoday - RSUD Anuntaloko Parigi kini menanggung beban berat sebagai pusat rujukan medis lima kabupaten di Sulawesi Tengah. Lonjakan penanganan pasien lintas wilayah ini memaksa manajemen merombak seluruh sistem layanan kesehatan secara menyeluruh.
“RSUD Anuntaloko saat ini menjadi rumah sakit rujukan bagi masyarakat Parigi Moutong maupun beberapa kabupaten di Sulawesi Tengah, seperti Luwuk, Morowali, Poso, dan Tojo Una-Una,” kata Kepala Bagian Umum, Humas, dan Hukum RSUD Anuntaloko Parigi, Hj. Hasni Djimpa, Senin, 27 Juli 2026.
Integrasi total penanganan darurat menjadi fokus utama perbaikan. Seluruh unit penunjang medis kini terhubung langsung untuk memangkas waktu antrean.
Instalasi Gawat Darurat mendapat prioritas perombakan alur pelayanan. Fasilitas laboratorium serta radiologi dipercepat untuk mendukung keputusan medis.
Tenaga medis dituntut bergerak cepat menghadapi lonjakan rujukan. Koordinasi antarruangan diperketat demi keselamatan pasien kritis.
Baca Juga: Belajar Efisiensi BOR RSUD Anuntaloko Parigi, VIP B Disulap Jadi Ruang UHC
“Setiap unit pelayanan harus saling terhubung sehingga proses penanganan pasien berlangsung lebih cepat dan efisien,” ujar Hasni Djimpa.
Penguatan kapasitas SDM menjadi agenda krusial manajemen. Berbagai pelatihan peningkatan kompetensi dokter serta perawat terus digelar.
Teknologi kesehatan modern mulai diterapkan secara bertahap. Sistem digitalisasi layanan disiapkan guna mempermudah pendaftaran pasien.
Kualitas fasilitas rawat inap turut dibenahi secara intensif. Ruang perawatan difokuskan pada standar kenyamanan dan kebersihan tinggi.
Langkah ini diambil guna menjaga kepercayaan publik Sulawesi Tengah. Layanan profesional menjadi target utama pengelola fasilitas kesehatan.
“Kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus kami jaga,” kata Hasni Djimpa menutup pembicaraan.