Keajaiban Semut Matabele: Pengobatan Mandiri dengan Antibiotik yang Menakjubkan

waktu baca 2 menit
Semut Matabele tersebar luas di selatan Sahara, Afrika. (Foto: tangkap layar University of Wuerzburg)

Sulawesitoday – Sebuah dokumenter delapan bagian berjudul “Life on Our Planet” di Netflix mengungkap kehidupan luar biasa semut Matabele, yang mendiami selatan Sahara. Dalam film yang difilmkan di stasiun penelitian Universitas Würzburg di Pantai Gading pada tahun 2021, semut ini terlihat bukan hanya sebagai pemburu berani namun juga sebagai praktisi kesehatan yang luar biasa.

Para peneliti Jerman dari Julius-Maximilians-Universität (JMU) Würzburg menemukan bahwa semut Matabele memiliki sistem perawatan kesehatan yang canggih. Analisis kimia menunjukkan bahwa semut ini dapat membedakan luka yang terinfeksi dan tidak terinfeksi, lalu merawat yang terinfeksi dengan antibiotik buatan sendiri.

“Profil hidrokarbon pada cuticle semut berubah akibat infeksi luka,” kata peneliti Erik Frank. Hal ini memungkinkan semut Matabele untuk akurat mengidentifikasi perubahan ini, memungkinkan mereka menilai status infeksi. Penemuan ini memperkuat klaim bahwa semut ini mampu merawat diri sendiri dengan efisien.

Studi sebelumnya pada 2018 menemukan perilaku luar biasa semut ini. Setelah menyerang rayap, semut Matabele membawa pulang rekannya yang terluka dan merawat mereka di sarang. Mereka memegang anggota tubuh yang sakit dengan mandibula dan kaki depan sambil menjilati luka. Sebuah peristiwa unik yang menjadikan semut Matabele sebagai hewan non-manusia pertama yang secara sistematis merawat yang terluka hingga sembuh.

Dengan kekuatan dan keunikan semut Matabele yang terungkap, dokumenter ini tidak hanya memberikan pandangan mendalam tentang kehidupan semut ini tetapi juga membuka pintu wawasan baru terkait pengobatan alami yang bisa diambil dari dunia serangga.

Baca juga:Baluchistan Pygmy Jerboa: Hewan Pengerat Terkecil di Dunia Terancam Punah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *