Kenapa Batman V Superman Banyak Dikritik? Ini Alasannya
Sulawesitoday - Ketika kamu mendengar judul Batman V Superman, pasti langsung terbayang pertarungan epik antara dua pahlawan super paling ikonik.
Dengan premis yang begitu menarik, siapa yang tidak tergoda untuk menonton? Namun, setelah film ini dirilis, banyak kritik negatif bermunculan. Mengapa? Mari kita telusuri lebih dalam.
Terasa Terburu-Buru
Sebagai film kedua dalam jagat DCEU, Batman V Superman dianggap terlalu cepat menyatukan Batman dan Superman. Bayangkan, Superman baru saja diperkenalkan dalam film pertamanya, dan tiba-tiba kita disuguhi konflik besar ini.
Bahkan, Batman versi Ben Affleck belum punya film tunggal sendiri. Film ini terasa seperti seseorang yang berlari sebelum bisa berjalan, belum sempat memperkenalkan karakter dengan baik, sudah langsung memasuki cerita besar.
Terlalu Banyak Konten yang Dimasukkan
Seperti halnya seorang koki yang ingin memasukkan terlalu banyak bumbu dalam satu masakan, film ini mencoba memasukkan terlalu banyak elemen dalam waktu singkat.
Selain pertarungan antara Batman dan Superman, kita diperkenalkan dengan Justice League, Lex Luthor, Doomsday, dan banyak easter egg tentang Darkseid. Akibatnya, alur cerita terasa padat dan berantakan, seperti buku cerita yang halaman-halamannya tersusun acak.
Lex Luthor Versi Jesse Eisenberg yang Terasa "Kurang"
Pilihan aktor untuk karakter Lex Luthor juga menuai kritik. Jesse Eisenberg, dengan gaya yang eksentrik, gagal memberikan kesan intimidasi dan kepintaran yang khas dari Lex Luthor.
Bahkan penampilannya yang tidak botak di awal film memicu kontroversi. Lex Luthor versi Eisenberg lebih terlihat seperti pengusaha muda yang eksentrik daripada penjahat super yang mengancam.
Superman yang Justru Menunjukkan "Ketakutan", Bukan "Harapan"
Salah satu elemen penting dari Superman adalah simbol harapan. Namun, di film ini, Superman lebih sering terlihat sebagai ancaman yang menakutkan.
Kamu mungkin merasa aneh melihat Superman yang biasanya memberikan rasa aman, justru menjadi sumber ketakutan bagi Batman dan manusia lainnya. Film ini dibuka dengan pandangan Bruce Wayne saat Metropolis hancur, memperkuat kesan Superman sebagai ancaman daripada penyelamat.
Adegan "Martha"
Ini mungkin adalah adegan yang paling banyak mendapatkan kritik dan olok-olok. Ketika Batman hampir membunuh Superman, ia berhenti karena Superman menyebutkan nama ibunya, "Martha". Momen ini terasa dipaksakan dan menggelikan bagi banyak penonton, seakan pertarungan besar tersebut dapat dihentikan hanya karena kesamaan nama ibu mereka. Adegan ini menjadi meme dan bahan lelucon di internet, menunjukkan betapa tidak efektifnya penyampaian emosi dalam film ini.
Kesimpulan
Kamu mungkin punya pandangan sendiri tentang Batman V Superman. Meskipun film ini mencoba menggabungkan banyak elemen untuk menciptakan kisah epik, hasilnya justru terlihat terburu-buru dan tidak matang. Karakter yang kurang digali, terlalu banyak plot yang dipaksakan, dan momen-momen yang terasa aneh membuat film ini menerima banyak kritik. Bagaimana dengan kamu? Apa pendapatmu tentang film ini?