Sulawesitoday - Namanya Aji Prakoso. Anak muda ini kreatif sekali. Biasanya ia bicara soal automasi n8n. Tapi kali ini beda. Ia pamer aplikasi buatannya sendiri: YouTube Shorts Clipper.
Dunia memang sudah berubah. Dulu orang betah menonton video berjam-jam. Sekarang? Maunya yang cepat. Yang sat-set. Orang lebih senang menonton potongan pendek di TikTok, Instagram Reels, atau YouTube Shorts.
Masalahnya satu: membuat potongan video itu melelahkan. Harus menonton video aslinya yang panjang, mencari bagian mana yang seru, lalu memotongnya. Belum lagi mengubah ukurannya dari mendatar (landscape) menjadi tegak (portrait).
Aji melihat keribetan itu sebagai peluang. Ia ciptakan aplikasi yang bisa melakukan itu semua secara otomatis. Pakai kecerdasan buatan. Pakai AI.
Cara kerjanya sederhana saja.
Anda tinggal mencari video YouTube yang menarik. Salin alamatnya (URL). Masukkan ke aplikasi buatan Aji. Klik tombolnya. Wuss! AI akan bekerja mencari bagian mana yang paling menarik untuk dijadikan klip.
Bukan hanya memotong. Aplikasi ini juga bisa menambahkan teks di bawahnya (caption atau subtitle) secara otomatis berdasarkan ucapan di video. Bahkan, ada fitur hook. Itu lho, suara di awal video yang bikin orang penasaran. Suaranya pun pakai AI, jadi tidak perlu repot merekam suara sendiri.
Format videonya pun langsung diubah. Dari 16:9 menjadi 9:16. Pas untuk layar HP.
Hebatnya lagi, aplikasi ini bisa langsung terhubung ke YouTube. Begitu video klipnya jadi, bisa langsung diunggah. Tidak perlu buka-tutup peramban lagi. Judul dan deskripsinya pun sudah disiapkan oleh sistem.
Bagaimana rahasia dapur aplikasinya?
Tentu ada syaratnya. Anda harus punya yang namanya API Key. Satu untuk AI-nya (OpenAI), satu lagi untuk YouTube-nya.
Aji tahu, tidak semua orang punya kartu kredit untuk daftar di OpenAI. Maka ia memberi jalan keluar: pakai Maya Router. Ini cara yang lebih mudah untuk mendapatkan akses AI tanpa harus punya kartu internasional. Anda tinggal daftar, ambil kuncinya, lalu tempel di aplikasi.
Untuk urusan YouTube, memang agak sedikit teknis. Harus masuk ke Google Cloud Console. Harus membuat proyek baru dan mengaktifkan YouTube Data API V3. Tapi Aji sudah menyiapkan panduannya di GitHub. Sangat detail.