Sulawesitoday - Bagi masyarakat di Kabupaten Parigi Moutong, khususnya para petani dan nelayan, solar subsidi adalah urat nadi perekonomian. Tanpa solar, mesin traktor tidak bisa jalan dan perahu nelayan tidak bisa melaut.
Saat ini, pemerintah menggunakan sistem digital berbentuk barcode untuk membagikan solar subsidi. Tujuannya baik, yaitu agar bantuan tepat sasaran. Namun di lapangan, muncul masalah baru: ada dugaan barcode milik kelompok tani disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab ketika musim tanam selesai.
Lalu, bagaimana cara memastikan kuota solar kelompok Anda aman? Mari simak panduan sederhana berikut ini.
Siapa Saja yang Berhak Mendapat Barcode Solar Subsidi?
Tidak semua orang bisa meminta barcode ini ke pemerintah. Berdasarkan aturan resmi, barcode solar subsidi sektor pertanian hanya diberikan kepada:
-
Kelompok tani yang terdaftar resmi di Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Parigi Moutong.
-
Kelompok yang memiliki data identitas pengurus dan anggota yang jelas.
-
Kelompok yang mencantumkan lokasi desa serta jumlah kebutuhan solar yang masuk akal.
Catatan Penting: Barcode ini bukan kartu sakti untuk mengambil solar tanpa batas. Isinya adalah kuota terbatas yang disesuaikan dengan luas lahan atau jumlah mesin pertanian yang Anda miliki.
Baca Juga: Penyelewengan Barcode BBM Nelayan Parigi Moutong, Solar Subsidi Diduga Dialihkan ke Tambang Ilegal
Mengapa Barcode Rawan Disalahgunakan saat Jeda Musim Tanam?
Ketua DPRD Parigi Moutong, Alfres Masboy Tonggiroh, sempat mengingatkan adanya celah kecurangan. Kebutuhan solar petani itu naik-turun, tidak sama setiap bulannya.
Ada tiga fase perputaran solar yang perlu Anda pahami:
-
Masa Tanam (Butuh Banyak): Petani sangat butuh solar untuk membajak sawah.
-
Masa Jeda (Butuh Sedikit): Setelah padi ditanam, mesin istirahat selama 2—3 bulan. Di sinilah titik rawan. Barcode yang sedang menganggur ini rawan "ditembak" atau dipakai orang lain untuk mengisi solar ke kendaraan lain atau industri.
-
Masa Panen (Butuh Banyak): Solar kembali dibutuhkan untuk mesin perontok padi dan truk angkutan.
Artikel Terkait
Soroti Sengkarut Barcode Solar, Ni Wayan Leli Pariani Minta Hulunya Dibenahi Agar Petani Tak Dikorbankan
Bupati Erwin Burase Bentuk Tim Terpadu Tertibkan Barcode BBM Subsidi di Parigi Moutong Demi Petani dan Nelayan
Creator Pers, Wajah Baru Wartawan di Zaman Pemburu Perhatian
Tolak Mengantre BBM, Pria Berjaket Hitam Teror Warga di SPBU Wuawua Kendari
Solar Langka, Legislator Parigi Moutong Yolanda Mambu Minta SPBU Dahulukan Petani dan Nelayan