• Senin, 29 Juni 2026

Disorot DPRD Parigi Moutong, Ini Cara Cek dan Lindungi Barcode Solar Subsidi Petani Nelayan di Parigi Moutong agar Tidak Dicuri Mafia

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Senin, 29 Juni 2026 | 12:21 WIB
Simak panduan aman menjaga barcode solar subsidi bagi kelompok tani di Parigi Moutong agar tidak disalahgunakan oleh mafia BBM ilegal.
Simak panduan aman menjaga barcode solar subsidi bagi kelompok tani di Parigi Moutong agar tidak disalahgunakan oleh mafia BBM ilegal.

Sulawesitoday - Bagi masyarakat di Kabupaten Parigi Moutong, khususnya para petani dan nelayan, solar subsidi adalah urat nadi perekonomian. Tanpa solar, mesin traktor tidak bisa jalan dan perahu nelayan tidak bisa melaut.

Saat ini, pemerintah menggunakan sistem digital berbentuk barcode untuk membagikan solar subsidi. Tujuannya baik, yaitu agar bantuan tepat sasaran. Namun di lapangan, muncul masalah baru: ada dugaan barcode milik kelompok tani disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab ketika musim tanam selesai.

Lalu, bagaimana cara memastikan kuota solar kelompok Anda aman? Mari simak panduan sederhana berikut ini.

Siapa Saja yang Berhak Mendapat Barcode Solar Subsidi?

Tidak semua orang bisa meminta barcode ini ke pemerintah. Berdasarkan aturan resmi, barcode solar subsidi sektor pertanian hanya diberikan kepada:

  • Kelompok tani yang terdaftar resmi di Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Parigi Moutong.

  • Kelompok yang memiliki data identitas pengurus dan anggota yang jelas.

  • Kelompok yang mencantumkan lokasi desa serta jumlah kebutuhan solar yang masuk akal.

Catatan Penting: Barcode ini bukan kartu sakti untuk mengambil solar tanpa batas. Isinya adalah kuota terbatas yang disesuaikan dengan luas lahan atau jumlah mesin pertanian yang Anda miliki.

Baca Juga: Penyelewengan Barcode BBM Nelayan Parigi Moutong, Solar Subsidi Diduga Dialihkan ke Tambang Ilegal

Mengapa Barcode Rawan Disalahgunakan saat Jeda Musim Tanam?

Ketua DPRD Parigi Moutong, Alfres Masboy Tonggiroh, sempat mengingatkan adanya celah kecurangan. Kebutuhan solar petani itu naik-turun, tidak sama setiap bulannya.

Ada tiga fase perputaran solar yang perlu Anda pahami:

  1. Masa Tanam (Butuh Banyak): Petani sangat butuh solar untuk membajak sawah.

  2. Masa Jeda (Butuh Sedikit): Setelah padi ditanam, mesin istirahat selama 2—3 bulan. Di sinilah titik rawan. Barcode yang sedang menganggur ini rawan "ditembak" atau dipakai orang lain untuk mengisi solar ke kendaraan lain atau industri.

  3. Masa Panen (Butuh Banyak): Solar kembali dibutuhkan untuk mesin perontok padi dan truk angkutan.

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini