Targetnya pun tidak main-main. Tahun 2026 ini, mereka membidik 5,5 juta pelanggan. Jaringannya akan didukung oleh 5.500 site aktif. Tahap awal ini fokus di Region-1: Pulau Jawa, Maluku, dan Papua.
Dampaknya pasti terasa ke pasar. Bayangkan perbandingannya dengan pemain lain. Ada yang menawarkan kecepatan serupa di harga Rp 233 ribu, ada juga yang Rp 270 ribu karena paket hiburan. IRA datang untuk segmen mass market, untuk rakyat yang butuh internet cepat tapi tetap bisa makan enak.
Cara daftarnya pun zaman sekarang sekali. Lewat aplikasi IRA di Google Play Store atau situs resmi. Isi data, kirim kode OTP via WhatsApp, tandai lokasi rumah di peta digital, selesai. Modem pun dikirim ke alamat. Begitu jaringan aktif, langsung bisa internetan.
Inilah yang namanya pemerataan digital. Bukan cuma ramai di Jakarta, tapi sampai ke pelosok Papua.
Kalau internet sudah murah, cepat, dan merata, tidak ada lagi alasan anak-anak kita ketinggalan zaman. UMKM di desa pun bisa jualan sampai ke luar negeri.
Kita tunggu saja. Apakah 5 juta pelanggan itu bisa tercapai secepat kilat. Kalau eksekusinya beres, inilah revolusi internet yang sebenarnya.
Internet untuk rakyat. Bukan cuma untuk mereka yang kantongnya tebal.