Sulawesitoday - Nama adalah doa. Tapi di dunia digital, alamat email adalah wajah.
Saya sering geleng-geleng kepala. Masih ada saja orang bisnis yang pakai email "alay". Mungkin dulu itu terasa keren. Tapi sekarang? Itu malapetaka bagi kredibilitas.
Bayangkan Anda sedang melobi proyek besar. Lalu Anda mengirim penawaran pakai email seperti itu. Bisa-bisa email Anda langsung masuk kotak spam. Atau paling tragis: tidak dibaca sama sekali karena dianggap main-main.
Maka, urusan email ini tidak boleh dianggap sepele. Harus profesional..
Kenapa?
Pertama, soal kepercayaan. Email profesional itu jaminan kredibilitas. Orang tidak akan ragu. Klien akan merasa Anda berkomitmen pada pekerjaan.
Kedua, soal branding. Kalau Anda punya bisnis, pakailah domain sendiri. Contohnya: [email protected]. Ini jauh lebih personal. Lebih eksklusif. Dan yang pasti, lebih terlihat "berada".
Lalu, bagaimana cara membuatnya?
Ternyata tidak sulit. Sederhana sekali. Anda bisa pakai layanan seperti Gmail, Yahoo, atau Outlook. Kalau ingin lebih profesional lagi, gunakan custom domain.
Ada beberapa tips penting soal nama ini:
1. Gunakan huruf saja. Jangan pakai angka, apalagi tahun lahir. Itu tidak profesional.
2. Tetap sederhana. Alamat email yang simpel itu mudah diingat (memorable). Kalau nama Anda panjang, pakai inisial saja.
3. Konsisten. Kalau satu perusahaan, formatnya harus sama dengan rekan yang lain.
Bagi yang baru merintis, mungkin bertanya: apakah harus bayar?