Sulawesitoday - Lebaran masih sebulan lagi. Tapi hebohnya sudah terasa sekarang. Bukan soal baju baru. Tapi soal uang baru.
Sudah jadi tradisi. Kalau Idulfitri tidak ada uang baru, rasanya ada yang kurang. Anak-anak kecil itu, yang diincar bukan cuma rendangnya. Tapi amplopnya. Isinya harus yang masih kaku. Yang kalau dikibas-kibaskan suaranya masih nyaring.
Bank Indonesia (BI) sudah paham betul tabiat itu. Maka dibuatlah program. Namanya keren: SERAMBI. Singkatan dari Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri. Untuk tahun 2026 ini, jadwalnya sudah keluar: mulai 13 Februari sampai 15 Maret.
Tapi, jangan bayangkan Anda bisa datang langsung ke bank, bawa uang kusam, lalu pulang bawa uang baru. Tidak bisa. Jangan harap ada sistem go-show. Sekarang zamannya sudah beda. Sudah serba digital.
BI punya mainan baru: aplikasi PINTAR. Alamatnya di pintar.bi.go.id.
Caranya? Anda harus daftar dulu di sana. Pilih lokasinya. Pilih tanggalnya. Pilih jamnya. Nanti Anda akan dapat bukti pemesanan. Itulah "tiket" Anda. Tanpa itu? Petugas tidak akan melayani. Pasti ditolak.
Tujuannya mulia. Supaya tidak ada antrean mengular. Supaya tertib. Dan yang paling penting: supaya adil.
Setiap orang ada jatahnya. Tidak boleh serakah. Batas maksimalnya Rp 5,3 juta per orang. Pecahannya sudah dipaketkan. Ada yang Rp 50.000, Rp 20.000, sampai uang receh Rp 1.000. Semuanya gratis. Tanpa biaya administrasi sepeser pun.
Di Palembang, misalnya. Kepala BI Sumsel, Bambang Pramono, sudah menyiapkan banyak titik. Ada di Stasiun Kertapati, Bandara, hingga pasar-pasar. Semuanya lewat satu pintu: Aplikasi PINTAR tadi.
Lalu, bagaimana kalau uang Anda bukan cuma kusam, tapi rusak? Dimakan rayap? Atau terbakar?.
Tenang. Masih ada harapan. Tapi ada syaratnya. Syaratnya fisik. Bukan syarat administrasi yang ribet.
Untuk uang kertas, fisiknya harus masih lebih dari dua pertiga ukuran aslinya. Kalau cuma sisa separuh? Maaf, lupakan saja. BI tidak akan mengganti. Dan yang paling penting, ciri keasliannya masih harus bisa dikenali.
Jangan Sampai Bisnis Melayang Gara-Gara Email Alay, Saatnya Pakai Alamat Profesional
Kalau uangnya terbakar, prosedurnya sedikit lebih khusus. Kadang BI minta surat keterangan dari kelurahan atau kepolisian. Wajar. Supaya tidak ada penyalahgunaan.