Sulawesitoday - Pada Agustus 2024, maraknya kasus penipuan melalui profil Google My Business yang terintegrasi dengan Google maps membuat para pengguna internet harus lebih waspada. Profil bisnis yang seharusnya membantu konsumen menemukan informasi terpercaya kini menjadi lahan empuk bagi para penipu.
Mereka mengubah informasi di Google Maps, menyebabkan calon pelanggan tertipu dan kehilangan uang. Untuk menghindari jebakan ini, ada beberapa langkah penting yang bisa dilakukan.
Kejahatan yang Mengintai Pengguna Google Maps
Kasus pembajakan profil Google My Business akhir-akhir ini semakin marak terjadi. Para pelaku memanfaatkan fitur edit pada Google Maps untuk mengubah informasi kontak, sehingga korban yang mengandalkan informasi tersebut akhirnya terjebak dalam penipuan.
"Perubahan informasi pada laman Google Bisnis tersebut membuat calon customer mentransfer sejumlah uang yang lantas raib begitu saja," ungkap seorang sumber.
Tanda-Tanda Penipuan di Google Maps
Pengguna Google Maps harus mengenali beberapa tanda yang sering muncul pada profil yang sudah dibajak.
Salah satu tanda yang paling umum adalah munculnya nomor kontak palsu yang disisipkan pada kolom alamat bisnis. Selain itu, pengguna juga harus waspada terhadap pesan atau email mencurigakan yang meminta informasi pribadi atau menawarkan transaksi keuangan.
"Link yang mencurigakan dari email atau pesan yang tidak dikenal juga sering digunakan oleh scammer untuk mengumpulkan informasi pribadi," tambah sumber tersebut.
Tips Menghindari Scam Google Maps
Untuk melindungi diri dari penipuan ini, pengguna disarankan untuk selalu memverifikasi informasi sebelum melakukan transaksi.
Jangan mudah percaya pada tawaran uang atau diskon besar yang terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.
"Jangan mengklik link yang mencurigakan dari email atau pesan yang tidak dikenal," tegas seorang ahli keamanan siber.
Pengguna juga dianjurkan untuk melaporkan konten mencurigakan langsung melalui fitur pelaporan di Google Maps.