Sulawesitoday - Telegram Clone, aplikasi yang meniru fungsi asli Telegram, semakin mendapat perhatian karena fitur-fitur tambahan yang ditawarkannya.
Kloning Telegram ini dapat ditemukan dalam berbagai bentuk, dari aplikasi berbasis tumpukan MERN hingga aplikasi Android yang memungkinkan login ganda.
Meskipun menawarkan banyak keunggulan, kloning ini juga membawa risiko keamanan dan pelanggaran kebijakan.
Pada tanggal 27 Agustus 2024, dilaporkan bahwa salah satu kloning Telegram yang dikenal dengan nama MatrixClone memberikan kesempatan bagi pengguna untuk menggunakan dua akun Telegram di satu perangkat.
Fitur ini berbeda dengan Telegram asli yang tidak memiliki kemampuan ini secara bawaan.
Aplikasi berbasis MERN juga hadir sebagai Telegram Clone, menyediakan fitur obrolan waktu nyata, panggilan suara, dan video, serta pengaturan pengguna yang lebih luas.
Pengguna dapat melakukan pencarian obrolan, menghapus kontak, dan menikmati tema terang atau gelap sesuai keinginan.
Namun, modifikasi APK Telegram, yang juga termasuk dalam kategori kloning ini, menawarkan fitur yang bisa mengundang masalah.
Salah satunya adalah pembuatan obrolan grup dengan kapasitas hingga 200.000 anggota dan berbagi file besar hingga 2 GB.
Meskipun menggiurkan, pengguna diingatkan akan potensi pelanggaran kebijakan Telegram yang dapat terjadi.
Di sisi lain, beberapa perangkat Android memungkinkan kloning Telegram tanpa aplikasi tambahan dengan menggunakan fitur "App Twin" yang ada di pengaturan perangkat.
Metode ini memudahkan pengguna dalam menggandakan aplikasi tanpa harus mengunduh aplikasi pihak ketiga.