• Jumat, 26 Juni 2026

Mengenal Sesar Aktif di Parigi Moutong dan Risiko Bencana Hidrometeorologi - Disorot DPRD

24 Juni 2026
Rentetan bencana alam sepanjang Juni 2026 memicu aksi cepat dari otoritas legislatif daerah. Menyikapi dampak gempa tektonik M 6,7 dan banjir luapan yang melumpuhkan pemukiman warga, delegasi Lintas Komisi DPRD Parigi Moutong yang dipimpin oleh Sutoyo, S.Sos. melakukan kunjungan darurat ke Kantor Pusat BNPB di Jakarta pada Selasa, 23 Juni 2026. Langkah ini diambil guna mendesak percepatan distribusi logistik dan anggaran kedaruratan, sekaligus menegaskan pentingnya pemahaman mendalam atas kerentanan geologi wilayah pesisir Teluk Tomini tersebut. Secara geologis, Kabupaten Parigi Moutong dikelilingi oleh jaringan patahan bumi dangkal yang sangat aktif. Gempa bumi kuat bermagnitudo M 6,7 yang baru saja melanda kawasan ini dipicu oleh aktivitas pergerakan Sesar Sausu. Patahan lokal berkarakteristik geser (strike-slip) ini melepaskan energi tektonik di kedalaman dangkal, sehingga guncangannya langsung memicu kerusakan fisik masif pada bangunan rumah warga di Desa Torue dan Desa Tolai. Selain ancaman tektonik, wilayah ini berada di bawah bayang-bayang bencana hidrometeorologi ekstrem seperti banjir bandang dan tanah longsor. Data BPBD Kabupaten Parigi Moutong mengonfirmasi bahwa lebih dari 70 persen kejadian bencana tahunan di daerah ini dipicu oleh faktor cuaca. Karakteristik topografi lereng pegunungan yang sangat curam membuat aliran air permukaan langsung meluncur deras menuju area dataran rendah di sepanjang pesisir. Kondisi tersebut diperparah oleh padatnya sistem hidrologi alami di wilayah Parigi Moutong. Daerah ini memiliki sedikitnya 9 Daerah Aliran Sungai (DAS) utama serta lebih dari 130 anak sungai. Ketika wilayah hulu diguyur hujan lebat berdurasi lebih dari dua jam, volume air sungai akan meningkat drastis dan meluap membawa material sedimentasi, batu, serta potongan kayu ke pemukiman penduduk. Berdasarkan dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) dari BPBD, peta zona merah rawan bencana hidrometeorologi di Parigi Moutong terbagi ke dalam tiga wilayah utama berikut: Zona Selatan (Rawan Banjir & Gempa): Kecamatan Torue, Kecamatan Tolai, Kecamatan Balinggi, dan Kecamatan Sausu. Zona Tengah (Rawan Luapan Sungai): Kecamatan Parigi, Kecamatan Parigi Selatan, Kecamatan Parigi Barat, Kecamatan Toribulu, dan Kecamatan Sidoan. Zona Utara (Rawan Longsor Jalur Trans): Kecamatan Tomini, Kecamatan Mepanga, Kecamatan Moutong, dan Kecamatan Taopa. Menghadapi risiko yang tinggi, pihak BPBD terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kapasitas mitigasi mandiri secara konsisten. Warga yang bermukim di sepanjang bantaran 9 DAS utama wajib segera melakukan evakuasi mandiri jika mendapati hujan lebat tanpa henti selama 2 hingga 3 jam. Selain itu, konstruksi bangunan baru diimbau mulai mengadopsi struktur teknik yang adaptif terhadap guncangan gempa bumi. Melalui dorongan politik anggaran dari DPRD Parigi Moutong ke BNPB pusat, pemerintah daerah berharap program Desa Tangguh Bencana (Destana) di Teluk Tomini dapat segera diperkuat. Sinergi ini ditargetkan mampu memulihkan infrastruktur vital yang rusak akibat banjir dan gempa Juni 2026, sekaligus membangun sistem kesiapsiagaan dini yang lebih matang bagi komunitas lokal di masa depan.

Video Lainnya

\