Sulawesitoday - Aliansi Peduli Morowali bakal menggelar aksi unjuk rasa besar di depan Kantor Bupati Morowali besok pagi. Massa menuntut transparansi tata kelola keuangan daerah dan evaluasi menyeluruh terhadap izin tambang baru.
"Kami bergerak karena melihat ketimpangan pengelolaan anggaran daerah yang sangat mencederai rasa keadilan masyarakat," keterangan Aliansi Peduli Morowali Zulfikar dalam pamflet yang viral di medsos, Minggu 5 Juli 2026.
Tuntutan utama massa menyasar dugaan pemborosan anggaran belanja daerah. Salah satu poin krusial yang digugat adalah pemberian dana hibah senilai Rp75,5 miliar kepada lembaga vertikal.
Masalah serapan anggaran ikut memicu gelombang protes gelombang protes ini. Demonstran mendesak pemerintah daerah segera mengatasi tingginya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran atau SILPA.
Baca Juga: Nelayan Morowali Menjerit Jatah Solar Subsidi di SPBU Emea Dipangkas, Ini Modusnya
Sektor pertambangan juga menjadi sumbu utama pergerakan massa kali ini. Masyarakat secara tegas menolak pembukaan aktivitas tambang baru di wilayah Kecamatan Bungku Tengah.
"Izin tambang di kawasan pemukiman hanya akan memperparah kerusakan lingkungan dan meminggirkan nelayan tradisional," isi pamflet.
Nasib pekerja lokal dan pemenuhan kebutuhan dasar ikut disuarakan dalam aksi. Massa meminta kepastian pembayaran gaji guru serta pemenuhan hak pekerja alih daya.
Fasilitas publik di wilayah kepulauan dinilai masih sangat memprihatinkan. Aliansi menuntut pemerataan jaringan listrik dan akses internet gratis demi keadilan sosial.
Artikel Terkait
KPK Bongkar Asal Uang Amplop Bupati Kuansing untuk Menhut Raja Juli
Diduga Disiksa Aiptu N Selama Dua Tahun, Istri Oknum Polisi Tegal Lapor Bareskrim Polri
Bidik Emas Porprov 2026, Tujuh Atlet Biliar Parigi Moutong Matangkan Strategi Bola 9
Himpitan Ekonomi Memaksa Warga Kota Jayapura Berburu Emas Liar di Saluran Drainase Kota
Viral Isu Koperasi Desa Merah Putih Tutup, Kepala Bakom Buka Data Penghematan Rp33 Triliun