• Minggu, 5 Juli 2026

Pj Bupati Parimo Akan Tindaklanjuti Soal Sampah Kulit Durian Dibuang di Sungai Olaya

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Sabtu, 9 Maret 2024 | 07:46 WIB
Pj Bupati Parimo Akan Tindaklanjuti Soal Sampah Kulit Durian Dibuang di Sungai Olaya. Foto: Pj Bupati Parimo, Richard Arnaldo (Aswadin)
Pj Bupati Parimo Akan Tindaklanjuti Soal Sampah Kulit Durian Dibuang di Sungai Olaya. Foto: Pj Bupati Parimo, Richard Arnaldo (Aswadin)

Pj Bupati Parimo Akan Tindaklanjuti Soal Sampah Kulit Durian Dibuang di Sungai Olaya


Sulawesitoday - Permasalahan pembuangan sampah kulit durian di tepi Sungai Desa Olaya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menarik perhatian Pj Bupati Parimo, Ricard Arnaldo, Jumat 9 Maret 2024.

Dilaporkan bahwa limbah kulit durian telah menutupi sebagian besar tepi sungai tersebut, meskipun baru-baru ini Kabupaten Parigi Moutong meraih prestasi dengan menerima penghargaan piala adipura.

Meski dinobatkan sebagai kota kecil terbersih, tumpukan sampah kulit durian yang ditemukan di tepi sungai Desa Olaya menjadi catatan tersendiri.

Penghargaan adipura itu baru saja diterima oleh Pj Bupati Parigi Moutong, Ricard Arnaldo, dalam sebuah acara di Auditorium Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat.

Ricard Arnaldo mengakui belum menerima laporan resmi terkait pembuangan sampah kulit durian di sungai desa Olaya.

Namun demikian, ia menegaskan pentingnya menindaklanjuti masalah ini secepat mungkin.

"Saya belum terima info, tetapi kalau memang ada itu harus segera ditindaklanjuti," ungkap Ricard di Parigi.

Menurut Arnaldo, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan atau pemerintah desa setempat untuk mengidentifikasi pelaku pembuangan sampah tersebut.

"Bisa kita dapatkan informasi dari wilayahnya, misalnya di Kecamatanya atau desanya, nanti saya akan tindaklanjuti," tegasnya.

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Terkini