• Kamis, 23 Juli 2026

BRIDA Sulteng dan Desa Tuva: Kolaborasi Tangguh untuk Melawan Stunting

.
Amirullah, Sulawesi Today
- Selasa, 26 Maret 2024 | 11:26 WIB
Foto: Tim Brida Sulteng saat berkunjung ke Posyandu Desa Tuva terkait kolaborasi menekan stunting, Selasa 26 Maret 2024. (Amirullah)
Foto: Tim Brida Sulteng saat berkunjung ke Posyandu Desa Tuva terkait kolaborasi menekan stunting, Selasa 26 Maret 2024. (Amirullah)

BRIDA Sulteng dan Desa Tuva: Kolaborasi Tangguh untuk Melawan Stunting


Sulawesitoday - Menghadapi tantangan serius dalam menurunkan angka stunting, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Sulawesi Tengah (Sulteng) bersama Desa Tuva, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, telah merancang langkah-langkah terobosan.

Kolaborasi ini memperlihatkan upaya keras mereka dalam menangani masalah kesehatan masyarakat yang mendesak.

Ketua BRIDA Sulteng, Faridah Lamarauna, Selasa 26 Maret 2024, menjelaskan, "Kami telah menyalurkan bantuan ke Desa Tuva sebagai bagian dari strategi kami dalam menangani stunting. Bantuan ini termasuk makanan tambahan seperti telur dan susu formula untuk ibu hamil dan bayi."

Namun, perjalanan tidak selalu mulus. Faridah menyatakan bahwa tahap pertama penyaluran bantuan tidak mencapai hasil yang diharapkan.

Oleh karena itu, pada tahap kedua, mereka memperbaiki pendekatan dengan melibatkan kader posyandu untuk memastikan distribusi bantuan yang lebih efektif serta pemantauan yang lebih baik.

Sudarni, seorang Bidan Desa Tuva, melaporkan bahwa empat dari sembilan anak yang berisiko stunting telah menunjukkan perkembangan yang positif.

"Tiga dari empat anak tersebut telah menunjukkan kemajuan yang menggembirakan, dengan dua di antaranya mencapai perkembangan yang sangat signifikan, bahkan mendekati kondisi normal," ungkap Sudarni dengan penuh harap.

Tidak hanya memperhatikan aspek gizi, tetapi peran orang tua dalam pola asuh juga menjadi fokus dalam upaya ini. Sudarni menegaskan bahwa bantuan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran orang tua akan pola asuh yang sehat bagi anak-anak mereka.

Kepala Desa Tuva, Bahktiar, memberikan apresiasi atas bantuan yang diberikan oleh BRIDA Sulteng. Ia menyatakan bahwa upaya penurunan stunting di desanya didukung oleh Dana Desa dan program kebun PKK yang aktif dijalankan oleh masyarakat setempat.

"Walaupun masih ada ruang untuk perbaikan, bantuan ini sangat membantu kami. Kami percaya bahwa dengan kolaborasi dan komitmen bersama, kita dapat mengatasi tantangan stunting ini," kata Bahktiar dengan optimisme.

Melihat data dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2023, Kabupaten Sigi masih memiliki tingkat stunting yang tinggi, mencapai 36,8 persen. Angka prevalensi stunting di Sulteng juga masih cukup tinggi, mencapai 28,2 persen.

Meskipun demikian, melalui kerja keras dan kolaborasi yang kokoh, BRIDA Sulteng dan Desa Tuva berkomitmen untuk mengubah gambaran ini menjadi lebih baik demi masa depan generasi mendatang.

Editor: Amirullah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Terkini