• Kamis, 23 Juli 2026

Transformasi Sulawesi: Empat Bandara Baru Meluncurkan Era Mobilitas yang Lebih Luas

.
Amirullah, Sulawesi Today
- Rabu, 27 Maret 2024 | 07:45 WIB
Transformasi Sulawesi: Empat Bandara Baru Meluncurkan Era Mobilitas yang Lebih Luas
Transformasi Sulawesi: Empat Bandara Baru Meluncurkan Era Mobilitas yang Lebih Luas

Transformasi Sulawesi: Empat Bandara Baru Meluncurkan Era Mobilitas yang Lebih Luas

Sulawesitoday- Pulau Sulawesi menyambut langkah besar dalam pembaruan infrastruktur udara dengan peresmian empat bandara baru, yang dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, bersama Gubernur Rusdy Mastura. Seremoni bersejarah ini menandai titik awal menuju mobilitas yang lebih luas dan efisien di wilayah tersebut.

Menggairahkan Era Baru dalam Mobilitas

Dalam upaya memperluas konektivitas regional, Presiden Jokowi bersama sejumlah menteri utama mengumumkan peresmian Bandara Mutiara Sis Al-Jufri di Palu, Bandara Prins Mandapar di Banggai Laut, Bandara Taman Bung Karno di Siau, dan Bandara Bolaang Mongondow. Langkah ini diyakini akan menggairahkan era baru dalam mobilitas, baik bagi warga maupun pengusaha di Pulau Sulawesi.

Peran Penting Dukungan Infrastruktur

Menyoroti pentingnya infrastruktur dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan sosial, Presiden Jokowi menekankan harapannya bahwa kehadiran bandara-bandara baru ini akan membuka pintu bagi mobilitas orang dan barang. "Infrastruktur yang kuat adalah fondasi bagi pertumbuhan yang berkelanjutan," ujarnya.

Investasi dan Spesifikasi Teknis

Pembangunan Bandara Mutiara Sis Aljufri di Palu, dengan anggaran mencapai Rp 567 miliar, merupakan salah satu proyek terbesar di antara keempat bandara tersebut. Dengan panjang landasan pacu mencapai 2.510 meter dan lebar 45 meter, bandara ini mampu menampung pesawat terbesar seperti Boeing 737-900ER. Fasilitas terminal penumpang seluas 19.476 m2 juga menjadi bukti komitmen dalam memperluas kapasitas layanan udara di wilayah tersebut.

Dampak Bencana dan Proses Rehabilitasi

Sebagai catatan penting, Bandara Sis Al-Jufri mengalami kerusakan parah akibat gempa bumi pada September 2018. Namun, dengan dukungan Kementerian Perhubungan dan Asian Development Bank (ADB), proses rehabilitasi dan rekonstruksi dilakukan sejak tahun 2020 dan berhasil diselesaikan pada tahun 2023. Langkah ini tidak hanya memperbaiki infrastruktur yang rusak, tetapi juga meningkatkan standar keamanan dan layanan bagi pengguna bandara.

Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Pariwisata

Melalui peresmian empat bandara baru ini, pemerintah berharap untuk mendorong pertumbuhan ekonomi regional dan sektor pariwisata. Dengan akses udara yang lebih baik, Sulawesi memiliki peluang besar untuk menarik investasi baru dan meningkatkan kunjungan wisatawan, yang pada gilirannya akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Dengan pembaruan infrastruktur udara ini, Sulawesi telah melangkah ke arah yang lebih cerah dalam mendukung mobilitas yang lebih luas dan efisien bagi masyarakat dan bisnis di wilayah tersebut.

Editor: Amirullah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Terkini