Pemkab Sigi Kirim Beasiswa Agama ke Yaman dan Sekolah Bala Keselamatan
Sulawesitoday - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, meluncurkan program beasiswa untuk mendukung pendidikan agama di luar negeri dan di sekolah lokal sebagai langkah preventif menghadapi radikalisme.
Bupati Sigi, Mohamad Irwan Lapatta, mengungkapkan bahwa program tersebut bertujuan untuk memperkuat modernisasi agama di wilayah kabupaten tersebut dan mencegah penyebaran paham radikalisme serta terorisme.
Sebanyak 20 anak Muslim akan menerima beasiswa untuk bersekolah di pesantren di Yaman, sementara anak-anak Nasrani akan ditanggung biaya sekolahnya di Sekolah Bala Keselamatan.
Irwan Lapatta menegaskan bahwa program Sigi Religi dan Masagena menjadi model bagi daerah lain dalam upaya modernisasi agama. "Harapannya program ini menjadi ruang modernisasi agar menjadi contoh minimal secara scope daerah," kata Bupati Sigi.
Menurutnya, upaya ini penting untuk mencegah penyebaran radikalisme dan terorisme di kalangan anak muda dan masyarakat di kabupaten Sigi.
"Dalam rangka mencegah paham-paham radikalisme dan terorisme, tidak bisa membalikkan telapak tangan tapi program dan konsep pemerintah daerah bersama dengan DPRD membangun ruang religi ini lewat program Sigi Masagena dan Sigi Religi," ujar Bupati Sigi.
Irwan Lapatta juga menjelaskan bahwa setiap tahunnya pemerintah akan mengirimkan sejumlah putra dan putri daerah untuk belajar agama di Yaman serta Sekolah Bala Keselamatan sebagai upaya pencegahan radikalisme.
"Maka anak-anak tidak mampu yang disekolahkan di pesantren akan kami kirim belajar ke Yaman, setiap tahun itu bisa 10 sampai 20 anak, di akhir masa jabatan ini 20 anak lagi kita kirim ke Yaman bersekolah, mungkin sekali lagi tahun depan 2025 bisa ditambah sampai 30 anak," kata Irwan Lapatta.
Dia menambahkan bahwa para siswa yang bersekolah di Yaman akan mendapatkan pendidikan Islam yang mengacu kepada Ahlussunnah Wa Jamaah dan nilai-nilai yang diajarkan di Alkhairaat.
"Mereka inilah nanti yang menjadi cikal bakal menangkal ruang-ruang radikalisme dengan mengajarkan hal yang baik, sehingga tanggung jawab kami setiap yang tamat dari Yaman harus mengajar di pesantren tapi hanya di wilayah Kabupaten Sigi," tutur Bupati Sigi Mohamad Irwan Lapatta.