berita

Gubernur Anwar Hafid Desak Pusat Tanggung Gaji PPPK: Keuangan Daerah Sudah di Leher

Selasa, 9 Juni 2026 | 15:01 WIB
Gubernur Anwar Hafid protes beban gaji PPPK ditanggung daerah. Ia sebut keuangan daerah kritis sampai di leher dan desak dana APBN.

Sulawesitoday - Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid memprotes kebijakan pusat yang membebankan gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja kepada anggaran daerah.

"Mengapa gaji Pegawai Negeri Sipil ditanggung pemerintah pusat, sementara PPPK yang juga aparatur sipil negara menjadi tanggung jawab daerah?" kata Anwar dengan nada tinggi dalam rapat bersama Komisi II DPR RI di Jakarta.

Keuangan daerah kini terkuras habis akibat penyesuaian anggaran yang terus menekan kapasitas fiskal.

Baca Juga: Riuh Lagu Indonesia Raya Buka Duel Badminton PB Volta Moning Majene Kontra PB Bili-Bili Parepare di GOR Sulsel

Kondisi fiskal wilayah saat ini sudah berada di titik paling kritis.

Anwar menggambarkan beban berat yang menghimpit seluruh pemerintah daerah itu dengan analogi yang sangat mengkhawatirkan.

"Sudah sampai di leher," ujarnya menggambarkan tekanan hebat dalam menjaga keseimbangan belanja pegawai.

Lonjakan jumlah pegawai kontrak terbukti mengancam keberlanjutan pelayanan publik di sektor pendidikan dan kesehatan.

Pemerintah daerah kini kesulitan membagi porsi anggaran untuk pembangunan infrastruktur akibat tersedot belanja pegawai.

Anwar mengusulkan skema transfer khusus dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara demi menyelamatkan pos keuangan daerah.

Baca Juga: Anwar Hafid Tagih Kepastian Nasib PPPK Sulteng di DPR

Sistem pembiayaan terpusat dinilai menjadi satu-satunya jalan keluar agar kesejahteraan aparatur sipil baru tetap terjamin.

Komisi II DPR RI langsung merespons desakan itu dengan menjanjikan kajian ulang bersama Kementerian PANRB.

Para anggota dewan sepakat bahwa penataan tenaga honorer tidak boleh mengorbankan stabilitas ekonomi di tingkat regional.

Halaman:

Tags

Terkini