Sulawesitoday - Gelombang tsunami minor mulai menyapu pesisir Loloda, Ulusiau, dan Melonguane setelah gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 mengguncang Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Senin pagi, 8 Juni 2026.
"Alat monitoring muka air laut merekam kedatangan gelombang pertama dengan ketinggian tertinggi mencapai 0,19 meter di Melonguane," kata Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB dalam keterangan tertulis.
Gelombang air laut di Loloda Halmahera Barat datang pertama kali pada pukul 07.20 WIB setinggi 0,09 meter, lalu disusul gelombang di Ulusiau Sitaro setinggi 0,18 meter tujuh menit kemudian.
Ancaman belum sepenuhnya mereda karena aktivitas tektonik di bawah laut terpantau masih sangat aktif melepas energi berupa rangkaian gempa susulan bermagnitudo besar.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mencatat empat gempa susulan signifikan di atas magnitudo 5,0 yang terjadi dalam rentang waktu sangat berdekatan hingga pukul 08.10 WIB.
Rentetan guncangan sekunder ini memuncak pada pukul 07.55 WIB dengan kekuatan magnitudo 6,0 yang berpusat di 201 kilometer arah Barat Laut Tahuna Kepulauan Sangihe.
Guncangan besar memicu kepanikan luar biasa bagi warga pesisir Kepulauan Sangihe karena tanah bergoyang sangat kuat selama empat detik.
Masyarakat Minahasa Utara dan Kota Manado juga merasakan ayunan gempa dengan intensitas sedang selama beberapa detik.
Intensitas guncangan lemah dirasakan oleh warga Kabupaten Kepulauan Talaud sehingga petugas penanggulangan bencana daerah segera bersiaga penuh di lapangan.
Petugas di daerah terus melakukan monitoring intensif untuk mendata dampak kerusakan bangunan pasca gempa utama.
Pemerintah daerah meminta warga pesisir Sulawesi Utara hingga Kalimantan Timur tetap meningkatkan kewaspadaan penuh.
"Kami mengimbau warga menjauhi area pantai dan struktur bangunan yang retak," ujar petugas Pusdalops BPBD setempat.
Masyarakat di wilayah dengan status Siaga dan Waspada disarankan tetap berada di titik aman sampai ada pengumuman resmi lanjutan.
@sulawesitodaycom Kondisi terkini pasca gempa besar M 7.8 yang berpusat di Mindanao, Filipina pagi tadi pukul 07:32 WITA. Dampaknya mulai terasa hingga ke pesisir Gorontalo Utara, salah satunya di Desa Imana, Kecamatan Atinggola di mana air laut dilaporkan mulai naik. ​Mari sama-sama berdoa semoga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan situasi bisa segera kondusif. Tetap tenang, ikuti arahan pihak berwenang, dan cari tempat yang lebih aman jika diperlukan. Stay safe semuanya!
Artikel Terkait
Konser Perdana Ifan Seventeen Hipnotis Majene, Bupati dan Forkopimda Ikut Larut dalam Lirik Lagu
Dinkes Majene Gerakkan Aksi 30 Menit Bersama Lansia untuk Tekan Angka Kesepian
Estafet Kepemimpinan Pengadilan Agama Majene Berubah, Bupati AST Titip Pesan Sinergi Layanan Hukum Publik
Kuning Motif Saga Parigi Moutong Curi Perhatian di MTQ Sulteng
Desa Toboli Bidik Pembangunan Tugu Lalampa Jadi Ikon Kuliner Segitiga Emas Parigi Moutong