Sulawesitoday - Ketegangan polisi dan jaksa dinilai sebagai taktik penyelamatan diri. Mantan Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif mengibaratkan konflik dua lembaga penegak hukum ini seperti persaingan bus kota.
"Saling serang polisi dan jaksa ini saya melihatnya sebagai strategi untuk menyelamatkan diri masing masing," ujar Laode, Rabu kemarin.
Friksi ini bukan barang baru. Hubungan buruk kedua instansi bahkan sempat dibongkar mantan Menko Polhukam Mahfud MD.
Baca Juga: Jejak Kontroversi Dadan Hindayana Sebelum Berompi Pink Kejagung
Aktor konflik kini bergeser. Publik dahulu menyaksikan perseteruan Cicak melawan Buaya antara KPK dengan Korps Bhayangkara.
Institusi kejaksaan kini mengambil peran tersebut. Banyak pihak melihat ada kemiripan pola persaingan dengan masa lalu.
Pembersihan internal diharap terjadi. Momentum ini bisa menjadi jalan keluar dari kubangan korupsi.
"Kalau dilihat dari sisi penegakan hukum, situasi seperti ini dapat dianggap sebagai proses saling membersihkan," kata Laode menambahkan.
Harapan publik tetap besar. Reformasi hukum pada dua lembaga ini harus segera tuntas.