berita

Tragis, Lansia di Polman Tewas Menerobos Api Demi Selamatkan Anak Cucu

Senin, 3 Agustus 2026 | 16:39 WIB
Kebakaran rumah panggung di Limboro Polman tewaskan 3 orang satu keluarga. Korban sempat menerobos api demi selamatkan istri dan cucu.

Sulawesitoday - Aksi nekat Mursalim menerobos kobaran api demi menyelamatkan istri dan cucunya berujung duka mendalam bagi warga Kelurahan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar.

"Istri dan cucu korban ditemukan meninggal di lantai atas," kata Kasat Reskrim Polres Polman AKP Budi Adi pada Senin, 3 Agustus 2026.

Kobaran api melahap habis bangunan rumah panggung kayu dalam waktu singkat. Tiupan angin kencang membuat si jago merah cepat membesar ke seluruh ruangan.

Saksi mata melihat asap tebal membumbung tinggi dari area belakang bangunan. Kepulan asap hitam itu muncul mendadak saat warga beraktivitas di sekitar lokasi.

Mursalim sebenarnya sempat bergegas keluar bangunan rumah saat api mulai muncul. Lansia itu memilih masuk kembali ke dalam kobaran api demi keluarganya.

Baca Juga: Cegah Bullying dan Narkoba Masuk Sekolah di Kota Majene

"Korban berupaya menyelamatkan anggota keluarga yang terjebak di lantai atas," ujar Budi Adi.

Petugas kepolisian yang sedang melatih anggota Paskibra langsung bertindak cepat. Polisi bergegas menghubungi pemadam kebakaran untuk meminta bantuan pemadaman.

Satu unit armada pemadam tiba di lokasi kejadian beberapa menit kemudian. Petugas bersama warga bahu membahu menjinakkan kobaran api yang makin ganas.

Tim penyelamat menemukan sang istri dan cucu di area lantai atas. Kedua korban sudah tidak bernyawa akibat luka bakar yang sangat parah.

Mursalim sendiri ditemukan petugas dalam kondisi kritis di area kamar mandi. Korban langsung dievakuasi ke puskesmas terdekat untuk mendapat pertolongan medis.

Nyawa sang kepala keluarga tidak dapat diselamatkan setelah dirujuk ke RSUD. Luka bakar serius serta paparan asap tebal menjadi penyebab kematiannya.

"Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan oleh tim identifikasi," kata Budi Adi.

Tags

Terkini