Warga Dukuh Timbulsloko menggelar upacara HUT ke-81 RI di tengah genangan air pasang laut. Aksi menggelar upacara bendera ini menjadi simbol perlawanan warga terhadap ancaman krisis iklim yang kian nyata.
"Masyarakat yang tinggal di atas laut Timbulsloko ini tetap berhak punya mimpi hidup lebih baik," kata panitia upacara, Cornel, Senin (17/8/2026).
Petugas bendera basah kuyup. Mereka nekat menerobos banjir rob setinggi pinggang demi mengibarkan Merah Putih.
Masyarakat berkumpul rapi. Mereka berdiri mengapit tiang di atas jalan panggung berbahan kayu.
Rangkaian acara digelar sejak lama. Warga memutar film lingkungan dan berdiskusi sejak Sabtu lalu.
Isu pesisir jadi bahasan utama. Mereka menuntut keadilan ekologis atas tenggelamnya ruang hidup warga.
Baca Juga: Gempa M 7.7 Lumpuhkan Akses, Tim Gabungan Salurkan Bantuan Darurat ke Palue NTT Via Laut dan Udara
"Timbulsloko dulunya desa subur yang penuh dengan hamparan padi serta tambak warga," ujar Kepala Desa Timbulsloko, Nadhiri.
Kondisi berubah drastis belakangan. Air laut mulai menenggelamkan daratan desa sejak sepuluh tahun lalu.
Genangan rob makin tinggi. Air pasang laut kini sering merendam pemukiman hingga satu meter.
Akses jalan sempat terputus. Pemerintah desa akhirnya membangun jalan panggung kayu untuk mobilitas warga.
Semangat warga tidak padam. Mereka terus bertahan merawat harapan di tengah keterbatasan lingkungan.
"Kami hanya ingin merasakan kemerdekaan yang sama seperti warga Indonesia di luar sana," pungkas Cornel.
@sulawesitodaycom Di Desa Timbulsloko, Demak, warga mengibarkan Sang Saka Merah Putih bukan di lapangan kering, melainkan di tengah banjir rob yang merendam pemukiman mereka. Selama satu dekade terakhir, desa di pesisir utara Jawa ini perlahan tenggelam. Kombinasi krisis iklim global dan abrasi akibat ekspansi industri memutus akses darat mereka. Meski begitu, sekitar 114 kepala keluarga memilih bertahan dan menolak menyerah pada keadaan. Saat pejabat di istana menggelar upacara megah, warga di sini merayakan kemerdekaan dengan fasilitas seadanya dan keteguhan hati yang luar biasa. Menariknya, genangan air yang mengisolasi desa ini justru melahirkan definisi baru tentang perjuangan: bertahan hidup adalah bentuk kemerdekaan sejati. Bagaimana pendapatmu melihat perjuangan mereka? Tulis di kolom komentar dan bagikan video ini agar lebih banyak yang peduli! #TimbulslokoDemak #KrisisIklim #BanjirRob #HUTRI #InfoTerkini