Presiden Prabowo Subianto belum meninjau langsung lokasi gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Istana memilih mendahulukan penanganan darurat korban bencana di lapangan.
"Pemerintah memprioritaskan penanganan kondisi warga di lapangan," kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pada Senin, 17 Agustus 2026.
Kedatangan kepala negara memerlukan persiapan protokoler yang rumit. Penanganan bencana membutuhkan konsentrasi penuh dari seluruh petugas teknis.
Istana tidak ingin kedatangan presiden memecah fokus evakuasi. Sumber daya di lapangan harus dimaksimalkan untuk menolong warga.
Gempa magnitudo 7,7 ini mengakibatkan 70 orang meninggal dunia. Data korban terus diperbarui oleh tim penanggulangan bencana.
Korban luka berat di rumah sakit mencapai 40 orang. Sebanyak 92 warga lainnya mengalami luka ringan.
Baca Juga: BMKG Catat 2119 Gempa Susulan Guncang Flores Pascagempa Magnitudo 7,7
"Kunjungan Presiden Prabowo sedang dipersiapkan sangat matang," sebutnya.
Presiden memantau perkembangan situasi gempa NTT setiap hari. Laporan berkala dari para menteri terus masuk ke Istana.
Pemerintah memastikan daftar korban hilang kini sudah nihil. Seluruh titik pencarian korban telah disisir oleh tim SAR.
Jadwal peninjauan Prabowo akan melihat situasi riil lapangan. Presiden segera berangkat setelah persiapan sarana pendukung siap.
"Waktu kunjungan menyesuaikan kesiapan fasilitas pendukung di lokasi," tutupnya.